Pintu tertutup rapat. Udara di dalam ruangan Laura masih panas, penuh dengan sisa emosi yang tadi hampir meledak. Laura duduk di kursinya dengan wajah memerah, napas terengah, sementara wanita asing itu, berdiri dengan tubuh kaku, menatap lantai.Natasya mempersilakan wanita itu untuk duduk di sofa, dan menatap Laura agar ikut duduk bersama mereka.“Kemarilah, Laura,” ucap Natasya.Laura yang hendak menolak, hanya bisa menghembuskan napas kesal. Dia akhirnya berjalan dan duduk di sebelah Natasya.Sebelum berbicara, Natasya menatap ke arah wanita itu. “Boleh aku tahu siapa namamu?” tanya Natasya.Wanita itu balas menatap, dan berdehem sebentar. “Aku Tissa,” balasnya. Natasya mengangguk paham. “Baiklah,” balas Natasya.Natasya mulai menatap keduanya bergantian. “Aku tidak ingin ada keributan lagi. Jadi, katakan yang sebenarnya. Apa yang terjadi di antara kalian?” ucap Natasya. Laura mendengus, menatap Tissa deng
Huling Na-update : 2025-09-24 Magbasa pa