Dari kejauhan, suara anak-anak yang tertawa masih terdengar saat sebuah mobil hitam berhenti di tepi halaman yayasan. Pintu belakang terbuka, dan Kenan turun dengan pakaian formalnya. Ia tak sendiri, Rival bergegas mengeluarkan hadiah yang diminta Kenan, dan berjalan di belakangnya, membawa beberapa kantong besar berisi mainan.Beberapa relawan yang melihat hadiah yang dibawa Kenan dan Rival, lantas bergegas membantu.“Ah, terima kasih,” ucap Rival kepada dua orang pemuda yang membantunya. Kenan mengedarkan pandangan. Senyum anak-anak, tenda-tenda kecil, dan musik lembut yang diputar, semua tampak terlalu ramai untuk suasana hatinya yang mendadak gelisah. “Dia tidak di sini?” gumamnya pelan, lebih kepada dirinya sendiri.Hanya saja saat itu, Rival ternyata mendengarkan ucapan barusan. Rival meliriknya sekilas, sebelum memberi pendapat, “Mungkin sedang di dalam. Atau di belakang.” balas Rival seadanya.Dia m
Terakhir Diperbarui : 2025-08-10 Baca selengkapnya