Selama sebulan penuh, Eropa menjadi panggung perjalanan mereka. Kenan menyeret Natasya ke berbagai kota, yang dimulai dari Paris, Roma, Barcelona, hingga Praha. Ia selalu punya alasan untuk memegang tangannya: menyeberang jalan, menuruni tangga batu, atau sekadar menuntun di keramaian. Natasya, yang di minggu pertama terus menjaga jarak, mulai pelan-pelan melonggarkan garis pertahanannya. Bukan berarti ia kalah, tapi karena lelah melawan di tengah keindahan kota-kota itu. Di Venesia, mereka naik gondola. Kenan duduk dekat sekali, tangannya hangat di punggung Natasya. “Babe, lihat. Airnya memantulkan cahaya seperti matamu,” katanya sambil menatap lekat. Natasya hanya menggeleng, mencoba menyembunyikan senyum kecil yang nyaris lolos dari bibirnya. Di Barcelona, ia memaksa Natasya mencoba paella di restoran tepi pantai. “Cobalah, babe. Jika tidak, kita tidak akan pulang,” ucap Kenan. Dia teru
Terakhir Diperbarui : 2025-09-17 Baca selengkapnya