Pagi Ini Edgar, muncul dari kamar mandi dengan rambut masih basah meneteskan air. Hanya handuk kecil melilit pinggangnya. “Ayo main dulu, Sayang,” katanya dengan nada menggoda. Mariana menoleh, mataku secara otomatis menatap ke bagian bawah Edgar . Refleks. “Serius pagi pagi?” Dia mengangguk sambil menyeringai bangga. “Tadi pas sarapan aku minum STMJ, campur tongkat ali, royal jelly, madu hutan Udah kayak jagoan siap tempur dari pedalaman aprica.” Mariana nyengir tak percaya. “Minuman kamu tuh campuran antara herbal dan harapan.” Edgar nyengir, matanya penuh tantangan. “Pokoknya. Aku udah siap tempur.” Lalu dia putar badan, terlalu semangat sampai handuknya nyaris melorot. Bokongnya sekilas nongol seperti bulan purnama yang glowing. Mariana memakai lingerie merah marun, renda halus, belahan dada vertikal, dan tidak ada satu pun kancing. Karena dia tahu, kancing hanya akan memperlambat takdir. "Let’s go, Edgar," bisik mariana pada diri sendiri. Edgar terpesona dengan
Terakhir Diperbarui : 2026-01-13 Baca selengkapnya