Home / Romansa / Suami Perkasa / Princess Snow

Share

Princess Snow

last update publish date: 2026-01-13 13:19:43

Keputusan itu datang tanpa drama besar.

Dinda sudah dimutasi.Edgar—dengan wajah setenang orang membicarakan cuaca—menyebutnya mutasi kerja. Ke luar kota. Katanya demi kebutuhan kantor.

Masalahnya bukan Dinda.

Masalahnya Mimi.

Anak itu belum siap pindah sekolah. Belum siap berpisah dari teman, guru, dan rutinitas yang membuat hidupnya terasa aman. Jadi Dinda, dengan nada santai berkata, “Tolong Mimi sementara tinggal sama kalian ya. Cuma sebentar sampai sekolah mimi disini siap.”

Seben
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami Perkasa   Si Alan

    Langit sudah gelap ketika Mariana akhirnya keluar dari gedung kampus. Angin malam berhembus pelan, membawa suasana yang lebih tenang setelah seharian penuh pikiran. Ia baru saja melangkah ke halaman parkir saat sebuah mobil berhenti pelan di depannya. Kaca jendela turun. “Naik, Kak Mariana.” Mariana menghela napas. “Kamu lagi…” Alan tersenyum santai dari balik kemudi. “Aku lewat. Kebetulan ketemu kakak lagi disini.” Mariana menyipitkan mata. “Kampus ke rumahku itu nggak searah sama tempat tinggal kamu.” Alan langsung menjawab cepat, “Hari ini searah.” Mariana menatapnya beberapa detik… lalu tanpa banyak protes, membuka pintu dan masuk. “Makasih,” gumamnya singkat. Mobil melaju pelan meninggalkan kampus. --- Di dalam mobil, suasana tidak benar-benar sunyi. Ada sesuatu yang menggantung—aneh, canggung, tapi juga hangat. Alan sesekali melirik Mariana. “Kakak capek?” tanyanya. Mariana bersandar di kursi. “Lumayan.” Beberapa detik hening. Lalu tiba-tiba M

  • Suami Perkasa   S2

    Perpustakaan mulai sedikit lebih ramai saat sore menjelang malam. Beberapa mahasiswa berdatangan, mencari tempat duduk sambil membawa buku dan laptop. Suara kursi yang digeser pelan dan bisikan-bisikan kecil memenuhi ruangan. Mariana masih duduk di tempat yang sama. Laptopnya sudah terbuka lagi, tapi layar yang menyala itu lebih lama menampilkan halaman kosong daripada tulisan. Pikirannya tidak di situ. Tatapannya kosong, jemarinya diam di atas keyboard. “Kalau Edgar itu pakai topeng… aku nggak,aku masih ori” Kalimat Alan terus terngiang. Mariana menghela napas panjang, lalu mengetik asal-asalan—beberapa angka, lalu dihapus lagi. “Fokus, Mariana… fokus,” gumamnya pelan. “Fokus apa kak?” Suara itu datang tiba-tiba dari sampingnya. Mariana langsung menoleh—dan hampir kaget setengah mati. “Aurora?!” Seorang perempuan berdiri di samping meja dengan tangan bersedekap, alis terangkat tinggi. Penampilannya rapi, tegas, dengan aura percaya diri yang khas. Aurora—adik Mariana. “

  • Suami Perkasa   Jangan Jauhi aku

    Keesok harinya, perpustakaan kampus terasa lebih sepi dari biasanya. Hanya suara halus pendingin ruangan dan sesekali lembaran buku yang dibalik terdengar samar. Di salah satu meja dekat jendela, Mariana duduk sambil menyusun laporan bahan baku di laptopnya. Alisnya sedikit berkerut, fokus, tapi sesekali ia menghela napas kecil. Alan datang seperti biasa—tanpa suara berisik, tapi kehadirannya selalu terasa. Ia membawa buku catatan tebal, rambut gondrongnya diikat setengah, kaos putihnya sedikit kusut, namun tetap saja… entah kenapa terlihat menarik. Ia berhenti di samping meja Mariana. “Boleh duduk sini Kak?” tanyanya pelan, menjaga volume suaranya agar tidak mengganggu suasana perpustakaan. Mariana bahkan tidak langsung menoleh. “Duduk aja, Lan. Emang siapa yang larang?” Alan tersenyum tipis lalu duduk di sebelahnya. Ia membuka buku catatan, berpura-pura membaca. Namun beberapa detik kemudian, matanya mulai melirik ke arah Mariana—diam-diam, tapi cukup sering untuk ketahuan. M

  • Suami Perkasa   Itu Dia

    Alan memandangi layar ponselnya terlalu lama. Foto itu sebenarnya sederhana. Tidak ada pose khusus. Hanya seorang perempuan yang sedang berdiri dikasir rambutnya sedikit tertiup angin,dengan senyum yang tidak sepenuhnya ia sadari. Tapi entah kenapa, Alan tidak bisa berhenti menatapnya. Sudah hampir lima menit. “Buset…” Suara dari belakang membuat Alan hampir menjatuhkan ponselnya. “Lu ngapain bengong kayak orang kesambet?” Raka menyenggol bahunya sambil menjatuhkan diri di kursi sebelah. Alan langsung mematikan layar ponselnya. Terlambat. Raka sudah keburu melihat sekilas. “Eh, eh, eh…” Raka menyipitkan mata. “Tadi itu cewek siapa?” “Bukan siapa-siapa,” jawab Alan cepat. Raka malah makin curiga. “Bukan siapa-siapa tapi fotonya lu zoom segitu dekat?” katanya sambil terkekeh. “Sini gue lihat.” “Apaan sih lu.” Tapi Raka sudah keburu merebut ponselnya. Layar menyala kembali. Foto perempuan itu muncul lagi. Raka yang tadinya santai langsung berhenti tertaw

  • Suami Perkasa   Minggat

    Setelah bertemu Alan kemarin Malamnya entah kenapa, Mariana merencanakan pergi dari rumah. Malam itu Edgar ketiduran di sofa ruang tamu. Mariana masuk kamar pelan-pelan, buka lemari, lalu mulai packing. Bawa baju seperlunya, skincare, test pack dua garis (buat bukti kalau dia lagi hamil), sama sebungkus keripik rumput laut buat camilan dijalan. Dia sengaja nggak bawa koper, takut bunyinya berisik. Jadi dia pakai totebag gede, kayak ibu-ibu komplek yang mau arisan. Pas keluar kamar, Mariana nengok sebentar ke arah Edgar. Edgar ngorok sambil garuk-garuk ketek. Mariana langsung mual. Dia buru-buru nutup hidung, lalu kabur. --- Mariana pesan taxi online. Begitu mobil datang, dia langsung masuk ke kursi belakang. Driver sempat heran. > “Mbak, jam segini mau ke rumah keluarga? Aman nggak, apa gak takut dibegal?” Mariana menjawab singkat sambil menatap keluar jendela. > “Saya lebih takut sama bau ketek suami, Pak. Kalau begal masih bisa kabur… kalau ketek suami ikut teru

  • Suami Perkasa   Donat

    Beberapa hari kemudian Mariana setuju bertemu Alan Di Toko Donat. mereka janjian di sebuah toko donat kecil yang cukup ramai. Aroma gula dan cokelat memenuhi ruangan. Mariana berdiri di depan etalase, memperhatikan pilihan donat. “Yang mana enak?” tanya Alan di sampingnya. “Semua kelihatan enak,” jawab Mariana singkat. Alan menatap donat di etalase sebentar, lalu justru menatap Mariana. “Donatnya manis,” katanya pelan. Mariana mendengus kecil. “Ya iyalah. Isinya gula.” Alan menggeleng pelan. “Bukan cuma donatnya.” Mariana menoleh. “Kakak Mariana juga.” Refleks Mariana menepuk lengannya pelan. “Dasar bocah! Baru delapan belas udah jago gombal.” Alan hanya tertawa kecil. Tapi tatapannya tetap intens ke arah Mariana, membuat perempuan itu mendadak salah tingkah. Saat pesanan mereka dipanggil, Mariana mengambil kotak donat dari meja. Tanpa sengaja kotak kecil itu hampir terjatuh. Alan refleks menunduk cepat, menangkapnya lebih dulu. Di saat yang sama tangan

  • Suami Perkasa   Kau Inginkan Perang

    --- Farel duduk di kursinya dengan rahang mengeras, ponsel di tangannya bergetar tanpa henti. Pesan masuk, tautan-tautan video, tangkapan layar—semuanya sama: dirinya bersama Naomi di ranjang, tubuhnya terbuka untuk dunia. Ia merasa mual. Rasa malu bercampur amarah menyesak di dada, tapi ada satu

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Suami Perkasa   Ngrasain Nyonya Bos

    Carlos tak butuh waktu lama setelah menalak. Keesokan harinya, Sukma resmi dicerai. Semua berkas perceraian dikirim melalui pengacara keluarga. Tak ada pertemuan. Tak ada perpisahan. Hanya selembar surat yang singkat tapi tajam: "Kau bebas sekarang. Tapi dia—akan menyesal seumur hidup." Sukma m

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Suami Perkasa   Kita Impas Farel

    --- Farel memasuki ruang tamu apartemen Sukma, tapi begitu pintu terbuka, pemandangan yang ia lihat membuat jantungnya berhenti. Carlos duduk santai di sofa, napas masih berat, tubuh lengket dengan Sukma yang baru saja selesai berhubungan intim. Tubuh Sukma separuh tertutup selimut tipis, rambu

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Suami Perkasa   Kau Sangat Mencintaiku

    Pagi itu, hujan sudah reda. Sinar matahari menembus tirai tipis, memantulkan cahaya hangat ke seluruh ruangan. Sukma duduk di tepi tempat tidur, mengenakan baju sederhana warna pastel. Tangannya menggenggam cangkir teh hangat, tapi matanya menerawang jauh. Farel baru saja keluar dari kamar mandi.

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status