Saat layar ponsel itu berhasil dibuka, dengan cepat Dirga menghubungi nomor Kesayangan. Nomor ponsel sang Istri yang satu-satunya ia ingat di luar kepala. Namun, telepon itu belum juga diangkat, meski nomor Febby aktif. "Sayang, ayo angkat teleponnya," gumam Dirga, menunggu istrinya menerima telepon. Jantungnya berdebar cepat dengan napas memburu. Matanya berotasi, mengamati sekitar. Sambil menunggu telepon diterima, sesekali ia menatap ke arah Anggun, memastikan wanita itu masih pingsan. Ck! Dirga berdecak saat menyadari mulut wanita itu belum ditutup. Jika Anggun sadar, kemungkinan besar dia akan berteriak. Dengan cepat ia membuka kaos dalam yang dikenakan lalu merobeknya, dan mengikat mulut Anggun erat-erat. Selesai mengurus Anggun, ak
Last Updated : 2025-11-20 Read more