Di mata Raka, Arka mengkhianatinya.Dan kini, dia kembali.Arka menghela napas, kenangan itu terasa seperti luka segar yang terbuka lagi. Ia menatap Raka. Bola mata mereka bertemu. Tidak ada senyum lagi di wajah Raka. Hanya ada tatapan dingin yang tajam, penuh perhitungan. Sebuah janji yang tidak terucap, sebuah dendam yang belum padam.Raka tersenyum tipis lagi, senyum yang sama sekali tidak mencapai matanya. Ia berjalan mendekat ke arah Arka, gerakannya tenang dan terkontrol."Arka," sapanya, suaranya pelan, hanya cukup didengar oleh mereka berdua. "Kita harus banyak bicara, Ka. Sudah lama sekali."Arka hanya bisa mengangguk kaku, tenggorokannya tercekat. Ia mencoba mencari kata, tapi tidak ada yang keluar. Setiap tarikan napas terasa berat, seolah udara di sekitarnya menipis.Revano, yang tadinya sibuk dengan ponselnya, kini mendongak, merasakan ketegangan yang tiba-tiba menyelimuti kedua pria di depannya. Ia melirik Arka, lalu Raka, keningnya berkerut. Ada apa ini? pikirnya.Dari k
Last Updated : 2026-03-05 Read more