Erlangga sengaja langsung menuju ke kediaman Yusuf untuk mengembalikan surat itu pada ayahnya. Erlangga sangat marah dan emosinya sekarang sudah tidak bisa dia kontrol lagi. Sampai di kediaman Yusuf, Erlangga tidak ingin menunggu, pria itu langsung masuk ke dalam dan dia melihat ayahnya sedang duduk bersantai sambil memegang surat kabar di tangannya. Erlangga meletakkan surat itu di meja. Yusuf mengangkat wajahnya menatap Erlangga yang kedua bola matanya kini memerah karena amarah. “Kenapa kamu menentangku? Katakan padaku di mana letak kekurangan yang kamu lihat dari Yustina? Dia memiliki latar belakang keluarga yang baik, dia memiliki Papa dan Mama dengan status terhormat! Jika kamu bandingkan dengan istrimu yang sekarang, Mirna tidak ada apa-apanya!” Erlangga berkacak pinggang, dia menatap ayahnya dengan tatapan semakin marah. “Sejak kapan urusan rumah tanggaku bisa kamu campuri? Selama ini aku selalu menurutimu, aku
閱讀更多