“Selamat malam, Pak. Atas nama pasien siapa, ya?”“Yudistira Prasetyo,” jawab Reza cepat.Petugas itu membuka berkas, memeriksa beberapa lembar dokumen, lalu berkata,“Untuk sementara biaya perawatan awal sudah ditanggung dari asuransi keluarga. Tapi nanti akan ada tambahan observasi di ruang rawat intensif, jadi mohon tanda tangan di sini, Pak.”Reza menandatangani tanpa banyak bicara.Matanya hanya fokus pada tulisan-tulisan di kertas itu, tapi pikirannya melayang pada sosok Kakek yang kini sedang beristirahat di kamar rawat.Selesai urusan administrasi, seorang dokter berpakaian putih datang menghampiri.“Maaf, Anda keluarga Pak Yudistira?” tanyanya sopan.“Iya, saya cucunya. Reza Fernander.”Dokter itu tersenyum kecil. “Baik, saya dokter Satria, yang menangani beliau.”Reza berdiri tegak, ekspresinya berubah serius.“Bagaimana kondisi Kakek saya, Dok? Tadi dokter bilang sudah sadar, tapi saya ingin tahu lebih detail.”Dokter menghela napas pelan.“Beliau memang sudah sadar, dan se
Last Updated : 2026-01-02 Read more