"Bang," panggil Ayu lembut.Bahtiar mendongak, mencoba memaksakan senyum tipis. “Iya, Sayang? Ada apa?""Kemarin di kampus, Pak Aziz bahas soal program Pengabdian Masyarakat. Beliau butuh bantuan untuk survei ke desa-desa pengrajin. Aku tertarik untuk ikut terjun ke lapangan. Menurutku, itu kesempatan bagus buat aku belajar langsung soal manajemen UMKM, sekalian mampir jenguk orang tua. Boleh, kan?"Gerakan tangan Bahtiar yang hendak menyesap kopi hitamnya terhenti di udara. Ia meletakkan cangkirnya kembali ke tatakan dengan bunyi klak yang sedikit keras. Rahangnya mengatup rapat sejenak sebelum ia menghela napas panjang."Jangan, Yu. Abang tidak izinkan," jawab Bahtiar pendek. Suaranya datar, namun ada nada tegas yang tidak bisa dibantah.Ayu tertegun. Ia meletakkan garpunya di atas tumpukan roti panggang. Rasa antusiasnya seketika luruh."Tapi kenapa, Bang? Ini kan bagian dari kegiatan kampus. Aku juga nggak sendirian. Ada beberapa mahasiswa Pak Aziz dari kelas reguler juga."Bahtia
Terakhir Diperbarui : 2026-01-02 Baca selengkapnya