Di hotel malam itu, suasana begitu sunyi, hanya terdengar desah napas Antoni yang berat, seiring dengan berlalunya waktu yang terasa begitu lama. Ia terbaring di ranjang besar, tubuhnya terasa begitu lelah, tetapi pikirannya tak pernah benar-benar tenang. Setiap kali matanya terpejam, wajah Adelia muncul, namun kali ini bukan dalam ingatan yang manis. Ia hanya bisa merasakan penyesalan yang menggerogoti hatinya. Antoni memutar tubuhnya ke arah lain, mencoba menghindari bayangan itu, namun sia-sia."Kenapa harus begitu? Kenapa harus ada perasaan ini?" tanyanya dalam hati.Ia bisa merasakan betapa dalam rasa itu mencengkeram hatinya, seakan tak bisa ia kendalikan. Antoni tahu, perasaannya salah. Ia seharusnya bisa menjaga jarak, bisa memahami batas antara kasih sayang dan cinta. Namun, kenyataannya, hati manusia tidak bisa dikendalikan oleh akal sehat. Setiap kali ia memandang Adelia, ada perasaan yang lebih dari sekadar teman atau sekadar keluarga. Ada kekosongan dalam hatinya yang tak
Terakhir Diperbarui : 2025-08-08 Baca selengkapnya