Dalam setahun terakhir, Raka hidup bersama Agnesia.Di mata dunia, mereka terlihat sempurna sepasang kekasih yang saling mencinta, hidup tanpa kekurangan, dengan masa depan yang tampak jelas di depan mata.Tapi bagi Agnesia, semua itu hanyalah ilusi yang ia pertahankan dengan segala cara.Setiap hari, ia bangun dengan satu ketakutan, bahwa Raka akan mengingat siapa dirinya sebenarnya. Dan hari itu ketakutan itu datang.Sore itu, langit mulai menggelap perlahan di luar jendela kaca mall. Musik lembut mengalun dari pengeras suara. Agnesia menggandeng tangan Raka, berjalan santai melewati lorong toko-toko, sesekali berhenti untuk melihat barang-barang yang tak terlalu penting. Senyumnya tidak pernah lepas, seperti ingin meyakinkan diri bahwa semuanya masih baik-baik saja.“Kita beli sepatu dulu atau minum sesuatu?” tanyanya manis.Raka mengangguk pelan. “Kamu yang pilih.”Agnesia tersenyum, senyum yang selalu ia latih di depan cermin. Tapi di baliknya, ada tekanan yang menghantam dadanya
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-08-02 อ่านเพิ่มเติม