Sambil berbicara, Devina buru-buru berkata, "Aku ke toilet sebentar."Saat Devina berdiri, tubuhnya terasa goyah. Dia meninggalkan tempat duduknya dengan satu tangan mengangkat gaun malam berwarna sampanye, tangan lainnya mencengkeram kalung itu dengan erat. Keanggunan yang seharusnya dia miliki lenyap seketika.Seperti seseorang yang melarikan diri dengan panik.Pada saat bersamaan, Brielle juga bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah toilet.Devina nyaris berlari masuk ke toilet. Di depan cermin, wajahnya tampak pucat pasi. Dia berusaha membuka kalung itu, tetapi karena tangannya gemetar, pengaitnya tak kunjung terlepas.Saat itu, seorang tamu wanita datang mencuci tangan dan bertanya, "Nona, perlu bantuan?""Terima kasih, mohon bantuannya," jawab Devina sambil berusaha menenangkan diri dan memaksakan senyum.Wanita itu mendekat dan membantu melepaskan kalungnya, bahkan tak lupa memuji, "Kalungnya cantik sekali.""Terima kasih," jawab Devina dengan suara kaku.Setelah tamu wanita
Read more