"Sudah lewat 20 tahun, tapi masih saja nggak dewasa. Ayahmu meninggal muda, kakakmu yang mengurusmu. Apa salahnya?""Hmph! Kalian semua memihak Brielle saja! Dia itu cucu kesayangan kalian, bukan aku!" Raline menangis sambil berlari naik ke lantai atas.Meira hendak menyusul ke atas, tetapi Emily menghentikannya. "Biarkan dia memikirkan semuanya sendiri dengan baik."Emily melirik menantunya dengan penuh makna, lalu berkata, "Urusan anak-anak muda, biarkan mereka selesaikan sendiri. Kita jangan ikut campur. Kalau belum pernah terluka, mereka nggak akan tahu rasa sakit. Raline begitu, Raka juga begitu."Meira tertegun. Kalau kehidupan putrinya berantakan, mungkin masih bisa dimaklumi, tetapi putranya tidak sebodoh itu!"Anak itu sejak kecil sudah penuh pikiran, keras kepala, dan suka menjaga gengsi. Jelas-jelas peduli, tapi nggak mau mengaku. Hais!"Meira memahami maksud ibu mertuanya, lalu berkata dengan tenang, "Bu, rasanya nggak mungkin. Raka sejak kecil selalu tahu apa yang dia ingi
Read more