Share

Bab 712

Author: Ayesha
Sambil berbicara, Devina buru-buru berkata, "Aku ke toilet sebentar."

Saat Devina berdiri, tubuhnya terasa goyah. Dia meninggalkan tempat duduknya dengan satu tangan mengangkat gaun malam berwarna sampanye, tangan lainnya mencengkeram kalung itu dengan erat. Keanggunan yang seharusnya dia miliki lenyap seketika.

Seperti seseorang yang melarikan diri dengan panik.

Pada saat bersamaan, Brielle juga bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah toilet.

Devina nyaris berlari masuk ke toilet. Di depan c
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1072

    Jay berdiri sambil memandang Devina dari atas, tatapannya tajam seolah bisa menembus segalanya."Kamu kira aku masih orang bodoh seperti dulu yang bisa kamu tipu cuma dengan beberapa tetes air mata? Air matamu sekarang bukan penyesalan, tapi takut kehilangan aku sebagai cadangan. Takut kehilangan sumber daya dan materi yang bisa aku kasih ke kamu."Air mata Devina masih menggenang di sudut matanya, tapi wajahnya sudah menunjukkan kepanikan karena isi hatinya terbongkar."Jay, kenapa kamu bisa bicara seperti itu ...."Jay langsung memotongnya, "Nggak usah akting. Jalani sendiri jalan yang kamu pilih. Soal waktu dan uang yang aku habiskan untuk kamu, aku anggap sudah selesai. Jadi, jangan pernah lagi muncul di depanku seumur hidup ini. Jangan datang lagi membuatku muak."Nada bicara Jay terdengar tenang, tapi setiap katanya seperti pisau yang menusuk hati Devina. Devina akhirnya benar-benar sadar bahwa semua kepura-puraan dan cara liciknya sudah tidak berguna lagi di hadapan Jay yang sud

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1071

    Devina membelalakkan mata. Terutama saat Jay menyebut Lambert, dia langsung panik seolah semua rahasia dan pikirannya sudah dibaca oleh Jay."Jay, kamu ini ngomong apa sih? Aku dan Lambert dari dulu cuma teman!""Sudah sampai sekarang, kamu masih pikir aku ini pantas jadi orang bodoh yang kamu permainkan seenaknya?"Tubuh Devina langsung terasa dingin. Apa sebenarnya yang sudah diketahui Jay? Kenapa dia bisa tiba-tiba melihat semuanya dengan jelas?"Bukan begitu, Jay, kamu dengarkan aku. Aku dan Raka hanya hubungan transaksi, aku dan Lambert juga cuma teman. Tapi kamu tahu perasaanku ke kamu itu sungguhan. Aku nggak pernah menyangkal kalau aku suka kamu."Devina buru-buru melangkah maju dan ingin meraih lengan Jay, ingin menjelaskan semua perasaannya. Namun, Jay menghindari sentuhannya dengan jijik."Jangan sentuh aku."Jay mundur satu langkah untuk menjaga jarak darinya. Rasa jijik di matanya hampir meluap."Devina, mulai sekarang aku nggak sudi lagi disukai kamu. Ke depannya, jangan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1070

    Senyum Devina sempat membeku dua detik, lalu dia tiba-tiba menunjukkan ekspresi memohon. "Bu Siria, bisa bantu aku? Biarkan aku bertemu Jay dulu untuk bicarakan urusan pribadi?"Siria tertegun. Melihat waktu janji dengan Jay masih cukup lama, dia mengangguk. "Oke, kamu naik saja dulu. Nanti aku menyusul."Devina langsung diam-diam merasa senang. Dia masih belum tahu kenapa Jay menghindarinya, jadi dia harus mencari tahu dulu. Kalau Siria ada di sana, itu akan mengganggu caranya berbicara dengan Jay."Terima kasih banyak, Bu Siria. Kamu baik sekali," kata Devina dengan penuh rasa terima kasih.Siria berkata, "Aku tunggu di lobi saja. Kamu naik dulu."Devina melirik jam tangannya, lalu berjalan cepat menuju arah lift. Para resepsionis tidak berani menghentikan kedua wanita yang dekat dengan Jay ini. Apalagi, Devina adalah tamu kehormatan Jay sebelumnya. Setiap kali Devina datang, dia tidak pernah perlu membuat janji dan bisa keluar masuk sesuka hati.Sementara Siria, belakangan ini dia s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1069

    Devina menggenggam ponselnya erat. Tentu saja dia tahu itu hanya alasan dari Gavin, Raka memang tidak ingin menerima teleponnya."Pak Gavin, ini soal kerja sama antara Grup Datau. Aku ingin minta Raka ....""Bu Devina." Gavin tiba-tiba memotongnya dengan nada yang tetap tenang, "Untuk urusan kerja sama bisnis, silakan langsung hubungi divisi terkait. Pak Raka nggak menangani hal-hal seperti itu. Kalau nggak ada hal lain, aku tutup teleponnya.""Tunggu, Gavin ...." Devina berseru dengan cemas, "Apa kamu nggak bisa bantu menyambungkannya? Atau kasih tahu aku dia ada di mana, aku akan datang sendiri menemuinya.""Maaf, Bu Devina. Jadwal Pak Raka nggak bisa diinformasikan. Sampai jumpa." Gavin menutup telepon dengan tegas.Devina duduk kaku di tempat, mendengar nada sambung yang berulang-ulang, seolah menjadi ejekan baginya. Rasa terhina dan tak berdaya langsung membanjiri dirinya. Kapan dia pernah diperlakukan sedingin ini? Bahkan Gavin sekarang bersikap seperti ini padanya?Devina menggi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1068

    Perasaan dan kondisi batin Raline sekarang memang sudah banyak berubah. Dari awal yang penuh ketakutan terhadap penyakitnya, kini dia benar-benar sudah lebih tenang. Lagi pula, jika dia bisa pulih, itu berarti penyakit ibunya juga memiliki harapan untuk disembuhkan.....Di vila, Devina baru saja menerima telepon dari ibunya dan suasana hatinya sedang buruk. Freyna membawa kontrak iklan yang baru diterima dan meletakkannya di depannya."Devina, aku tahu belakangan ini suasana hatimu nggak baik. Tapi, uang yang datang sendiri ini, apa nggak sebaiknya kita ...."Devina melihat kontrak iklan itu, lalu berkata dengan kesal, "Iklan sampah apa ini? Kamu suruh aku jadi bintang iklan popok?""Bukan, maksudku ...." Freyna mencoba menjelaskan.Devina membanting kontrak itu ke meja dengan marah, "Kamu pikir aku sudah terpuruk sampai harus menerima iklan apa saja? Iklan yang merendahkan statusku begini, jangan pernah kamu bawa lagi."Freyna menghela napas, lalu membujuk dengan sabar, "Devina, seka

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1067

    Dari balik kaca, Brielle melihat Raka yang duduk tenang di kursi dan lengannya terulur. Perawat melakukan prosedur pengambilan darah dengan terampil.Seolah menyadari keberadaan Brielle di luar, Raka mengangkat kepala. Tatapannya kembali dalam dan tenang seperti biasa. Tatapan mereka sempat bertemu sesaat, lalu Brielle langsung berbalik untuk pergi.Perawat mencabut jarum dan menekan bekas tusukan dengan kapas. Raka mengucapkan terima kasih dengan suara pelan, lalu berdiri. Dia menggulung lengan kemeja dan memperlihatkan lengannya yang kokoh. Setelah menekan beberapa detik, dia merapikan kembali lengan bajunya dan berjalan menuju pintu dengan tenang.Brielle baru hendak masuk ke kantor ketika mendengar langkah kaki di belakangnya. Dia pun berbalik.Raka berdiri beberapa langkah darinya dan menjaga jarak yang tepat."Dokter Brielle," sapanya dengan nada bicara formal.Brielle mengangkat pandangan dengan dingin. "Ada perlu?""Aku datang untuk menyelesaikan pengambilan darah minggu ini,"

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 252

    Ruang rapat seketika menjadi hening.Brielle merasakan semua tatapan menusuk ke arahnya, termasuk tatapan mata Raka yang dalam. Tanpa sadar, Brielle menoleh. Dia melihat sikap pria itu sangat dingin dan profesional.Frederick sudah memprediksi hal ini sejak semalam, sehingga Brielle bisa menghadapi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 249

    Brielle mengerutkan alis. Samir tampak agak canggung. "Oh, ternyata begitu ya."Suasana sempat menjadi agak tegang.Tak jauh dari situ, Lambert menatap ke arah mereka sambil memegang gelas. Tatapannya terlihat mengandung sedikit makna.Raka menatap Samir dengan tatapan dingin. "Kalau laboratoriummu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 236

    Agnes adalah pusat perhatian mutlak malam ini.Melihat Agnes masuk, Devina segera mengatur ekspresinya, bersiap maju untuk menyapa. Dalam acara seperti ini, siapa pun yang bisa menjadi orang pertama berbicara dengan Agnes, dialah yang akan unggul di lingkaran sosial.Jadi, Devina menyesuaikan senyum

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 218

    Melihat Anya benar-benar menerima hadiah dinosaurus, sepertinya malam itu Devina bukan hanya bersama Raka, kemungkinan juga mendengarkan panggilan itu secara langsung. Bahkan, mungkin mereka berdua berada di tempat tidur yang sama."Nyonya, Pak Raka bilang mau makan malam di sini. Aku pergi masak ya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status