Lambert tersenyum simpul. "Baiklah. Lagi pula, meskipun kamu dan Brielle sudah cerai, tinggal di bawah demi menjaga Anya juga akan memudahkanmu merawat anak."Raka meliriknya sekilas tanpa berkata apa-apa.Saat itu, pintu lift terbuka. Lambert melangkah keluar lebih dulu, disusul Raka di belakangnya, sambil membawa dua kantong boneka musik yang tampak elegan.Mendengar bel pintu, Lastri segera keluar dari dapur dan berkata, "Vivian, pasti pamanmu yang datang."Lastri melirik layar video interkom. Begitu melihat wajah Lambert, dia pun merasa lega dan membuka pintu. Namun, saat melihat ke luar, dia terkejut. "Tuan Lambert, Tuan Raka, kenapa kalian berdua datang?"Lambert tersenyum tipis. "Aku mau jemput Vivian pulang.""Oh! Silakan masuk!" kata Lastri sambil segera mengambilkan dua pasang sandal pria."Anak-anak ada di ruang bermain. Silakan duduk sebentar, aku naik dulu buat beri tahu Nyonya," ujar Lastri, lalu melangkah cepat menuju tangga spiral.Brielle masih sibuk bekerja di ruang k
続きを読む