"Ayah!" seru Niro dengan nada tak berdaya, tetapi senyum di sudut mata dan alisnya sama sekali tidak bisa disembunyikan."Baik, baik, nggak akan kubahas lagi," ujar Faisal sambil tertawa lepas. "Brielle, keluarga kami nggak terlalu banyak aturan. Besok aku harus dinas ke luar kota. Aku minta Niro mengajakmu mampir ke rumah, duduk sebentar, minum teh.""Ayah, langsung ke urusan utamanya saja," sela Niro. Dia melihat jelas, selama ayahnya ada, Brielle tampak sangat tertekan."Begini, Brielle ...," lanjut Faisal. "Aku punya seorang teman. Ibunya menderita leukemia. Dia tahu kamu sedang berada di ibu kota, jadi secara khusus ingin memintamu melihat data kondisi ibunya dan memberi beberapa saran."Brielle mengangguk. "Baik, besok saya akan menemui teman Bapak.""Aku dengar setengah dari peserta uji klinismu sudah pulih. Itu sungguh luar biasa. Ibu dari temanku juga sedang menggunakan obat baru yang kamu kembangkan, tapi dia sangat berharap kamu bisa datang langsung. Kalau memungkinkan, moho
더 보기