共有

Bab 764

作者: Ayesha
Raline mengeluarkan sebuah hadiah dan menyerahkannya ke depan Anya. "Ini, Bibi membelinya untukmu sebelumnya, tapi belum sempat kasih kamu."

Anya sedang memperhatikan hadiah itu. Raline tak bisa menahan diri untuk menguji pikirannya sedikit. Dia menarik Anya ke sisinya dan melanjutkan bertanya, "Anya, kamu mau nggak kalau Papa mencarikanmu mama baru?"

Begitu mendengar perkataan bibinya, Anya langsung mendongakkan wajah kecilnya. "Aku nggak mau mama baru. Aku cuma mau mamaku sendiri."

Raline tert
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (4)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
Halah si Raline sok2 an tau...kalau menurutmu bgitu..cpt2 lah suruh kakakmu nikahin Devina....jgn cuma dijadikan selingkuhan aja...
goodnovel comment avatar
Suryat
semoga brielle berjodoh dgn niro.. si Raka mah kelaut aja..
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
Kel Raka terutama raline sangat memuja Elvina u segera nikah dgn va dan Raka sangat perhatian 1 kring telp lsg gercep u dtg menemui davina juga merawatnya ayo briele move on dgn niro hidup berdua dgn niro yg bersih hidupnya TDK ada perselingkuhan dr Kel terhormat drpd PD Kel Raka yg benci briele
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1384

    "Halo, Faye, kangen aku ya?" Dari seberang telepon terdengar suara Thoriq yang menggoda.Kebencian melintas di mata Faye, tetapi dia tetap berkata dengan tenang, "Thoriq, ayahku sudah tahu kalau kamu pegang bukti tentang dirinya. Dia bersedia bayar 10 miliar untuk beli semua bukti yang ada padamu.""Apa? Sepuluh miliar?" Suara Thoriq di seberang langsung naik beberapa oktaf, penuh kegembiraan dan ketidakpercayaan."Serius? Faye, kamu nggak bohong, 'kan?""Untuk apa aku bohong?" balas Faye pelan. "Thoriq, ayahku mau menceraikan ibuku. Lagi pula, uang itu juga nggak bakal jadi milikku. Jadi, ambillah sebanyak yang kamu bisa.""Oke, oke! Nggak masalah." Thoriq sangat bersemangat. Bagi dirinya, 10 miliar adalah rezeki nomplok.Sekitar pukul 9 malam, di dekat sebuah dermaga terbengkalai yang hampir tak pernah dilewati orang, Declan tiba tepat waktu dengan mobilnya.Dia duduk di kursi pengemudi dan menunggu sebentar sebelum melihat sebuah sedan Volkswagen melaju mendekat. Orang yang turun da

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1383

    Brielle tidak berkata apa-apa lagi. Dia berbalik, membuka pintu, lalu masuk ke rumah dan menutup pintunya.Raka berdiri di tempat selama beberapa saat, lalu juga berbalik dan pergi.....Di rumah Keluarga Datau.Malam ini, Declan pulang ke rumah. Namun, suasana hatinya sangat buruk. Bahkan terhadap Flora yang terus menangis, dia sudah kehilangan seluruh kesabarannya. Dia pulang malam ini hanya untuk meminta Flora menandatangani surat cerai.Faye sedang berada di kamarnya ketika seorang pelayan tiba-tiba berlari masuk. "Nona, cepat lihat Tuan dan Nyonya! Sepertinya mereka bertengkar!"Faye langsung berlari menuju kamar utama. Saat mendorong pintu terbuka, dia melihat ibunya ditekan di atas ranjang oleh ayahnya yang memaksanya menandatangani dokumen.Pemandangan itu membuat Faye tercengang. Ibunya ditekan kuat-kuat di atas ranjang, rambutnya berantakan, wajahnya penuh jejak air mata. Sementara ayahnya tampak garang dengan dokumen di tangan."Tanda tangan. Jangan paksa aku menggunakan kek

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1382

    Yang paling penting bagi Devina sekarang adalah secepat mungkin mengandung anak Ignas dan mengamankan posisinya, bukan berdiri di sini bersaing memperebutkan perhatian dengan Brielle.Siapa pun yang punya mata bisa melihat betapa Raka peduli pada Brielle. Namun, Devina malah maju sendiri mencari masalah dengan mereka. Bukankah itu sama saja dengan mempermalukan diri sendiri?Saat ini, sambil menggenggam tasnya dan masuk ke mobil, Devina bersumpah dalam hati. Suatu hari nanti, dia akan melemparkan uang penalti 4 triliun itu tepat di depan wajah Raka, memutus seluruh kendali pria itu atas dirinya, dan tidak perlu lagi menanggung penghinaan seperti hari ini.Di restoran, Raka kembali ke tempat duduknya. Ekspresinya sudah kembali tenang. Dia mengangkat mata dan mengamati wajah Brielle di seberangnya.Brielle sedang memotong steik untuk putrinya dengan sabar, seolah-olah kejadian barusan hanyalah selingan kecil yang tidak penting.Karena Devina tidak kembali ke restoran, berarti Raka sudah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1381

    Devina terpaku oleh tatapan dingin Raka. Hatinya langsung mencelos. Dia menyadari bahwa kali ini mungkin dia sudah keterlaluan.Bahkan Freyna yang berdiri di sampingnya sampai menahan napas, merasa Devina seharusnya tidak memancing emosi Raka pada saat seperti ini.Devina menoleh ke arah Brielle di seberang meja, lalu berkata dengan lembut, "Kamu temani Anya makan dulu."Namun, setelah dia mengatakan itu, Raka justru bangkit dari kursinya. Tatapannya tertuju pada Devina, sementara nadanya tegas tanpa ruang untuk membantah. "Bu Devina, mari kita bicara di luar sebentar."Itu bukan ajakan. Itu perintah.Wajah Devina langsung memucat. Melihat sorot mata Raka, dia tahu pria itu benar-benar marah. Dia pun memaksakan senyuman. "Raka, aku nggak ingin ganggu kalian ma ...."Namun, Raka sudah berjalan keluar menuju pintu restoran. Devina langsung panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Dia bertukar pandang dengan Freyna.Pada saat yang sama, dia melihat Brielle sedang memandanginya. Seketika m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1380

    "Mama sudah di rumah," jawab Brielle."Kalau begitu, Mama makan sama kami, 'kan?""Mama ....""Mama, ayo dong, ayolah!" Anya buru-buru merengek dengan manja, takut ibunya akan menolak.Hati Brielle langsung melunak."Baiklah, Mama ikut.""Kalau begitu, Mama turun ke parkiran ya! Papa jemput Mama," ujar Anya.Brielle juga ingin menemani putrinya keluar untuk bersantai sejenak. Setelah memberi tahu Lastri, dia pun turun. Saat tiba di area parkir, mobil Raka kebetulan baru saja berhenti di tempatnya.Jendela mobil turun. Anya melambaikan tangan kecilnya dengan gembira. "Mama, cepat!"Melihat putrinya yang begitu tidak sabar, Brielle tersenyum sambil menggeleng, lalu membuka pintu mobil dan masuk.Baru saja duduk, Raka menoleh ke arahnya. "Mau makan apa? Western food atau chinese food?""Terserah. Kamu yang pilih saja," jawab Brielle dengan tenang."Oke, aku yang atur."Tak lama kemudian, mobil Raka berhenti di depan sebuah restoran barat. Begitu turun dari mobil, Anya menggenggam tangan B

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1379

    Saat Brielle masih mengamatinya, Raka sudah berjalan ke hadapan mereka. Kebetulan, dia menangkap tatapan Brielle yang sedang memperhatikan pengikat lengan kemejanya.Sudut bibirnya sedikit terangkat, nyaris tak terlihat."Jangan dilihat terus," ujarnya dengan suara rendah. "Kamu yang belikan."Kalimat itu membuat napas Brielle sedikit tertahan. Untuk sesaat, dia tidak tahu harus menjawab apa.Justru Syahira yang berada di sampingnya memperlihatkan ekspresi seolah-olah sedang menonton pertunjukan menarik. Dia segera mencari alasan untuk pergi."Brielle, aku ke toilet dulu. Kalian ngobrol saja." Tanpa menunggu reaksi Brielle, dia langsung kabur.Raka menambahkan penjelasan, "Kemejanya kurang pas. Pakai pengikat lengan jadi lebih cocok."Brielle memalingkan wajah. Dulu setelah mereka menikah, ukuran pakaian, selera, hingga warna pakaian Raka hampir semuanya diurus sendiri oleh Brielle.Namun, dia juga tidak percaya kalau sekarang Raka sampai tidak bisa mendapatkan kemeja yang pas.Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 308

    Brielle sempat tertegun, lalu mengangguk sambil tersenyum. "Baiklah."Rapat resmi dimulai. Pembawa acara mengumumkan agenda, sementara Brielle dengan fokus mempelajari naskah pidatonya.Tak lama kemudian, tibalah gilirannya naik ke panggung. Dia menarik napas pelan. Dengan pengalaman berbicara di be

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 304

    Devina mengenakan piama sutra, terlihat seperti baru selesai mandi.Dia sama sekali tidak terkejut melihat Brielle muncul. Devina merapikan rambutnya, lalu berkata kepada pelayan, "Tolong panaskan segelas susu dan bawakan ke kamar, terima kasih.""Baik, Nona."Brielle cepat-cepat naik ke lantai atas

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 293

    Ketika suara tawa penuh kegembiraan Jared terdengar dari dalam laboratorium, ekspresi Faye seketika berubah.Tidak mungkin. Tim mereka sudah terjebak di masalah ini hampir dua minggu. Berbagai skema sudah diuji, tetapi tetap tidak bisa mencapai angka yang diinginkan. Bagaimana mungkin Brielle baru d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 269

    "Bu Brielle, boleh bicara sebentar?" Suara bariton yang dalam dan berwibawa terdengar dari belakangnya.Brielle menoleh. Melihat itu Lambert, dia mengangguk sopan. "Pak Lambert."Lambert mengambil alih institut milik Chiva. Di dunia farmasi, dia juga merupakan sosok berpengaruh. Ditambah lagi, aura

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status