공유

Bab 857

작가: Ayesha
Brielle berusaha keras mengabaikan aura pria di sampingnya. Meski masih ada jarak di antara mereka, udara terasa seolah lebih tipis dibandingkan tempat lain. Dari tubuh Raka, diam-diam terpancar perasaan tegang.

Brielle mengerutkan kening, lalu mengambil brosur acara di depannya dan mulai membacanya.

Perayaan segera dimulai. Rektor menyampaikan pidato pembukaan, lalu mengucapkan terima kasih kepada Raka. Pasalnya, Raka akan menyumbangkan sebuah gedung laboratorium baru untuk Universitas Kedokter
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (2)
goodnovel comment avatar
Adryani Soraya
bener banget itu pendapat yulia, bosan jadinya ya
goodnovel comment avatar
Yulia Maherlina
hadeeuh author ni cerita knp sll muter2 d tempat, g ada penyelesain, hujan aja ada redanya, badai jg ada berentinya, jln juga ada ujung nya, cm cerita ini yg smpai episode 857 g ada penyelesain nya.. mau smpai kpn thor? jangam smp d tinggal sm pembaca nya ya thor karna baca nya lama2 jenuh, makasih
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1360

    Brielle baru saja selesai bertukar nomor telepon dengan biolog muda itu ketika sebuah suara pria yang rendah dan serak terdengar di sampingnya."Profesor Brielle, sudah selesai ngobrolnya? Bisa bicara sebentar?"Brielle mengangkat kepala dan menjawab, "Baik."Setelah mengangguk pada biolog muda itu sebagai salam perpisahan, Brielle mengikuti Raka ke sisi ruangan."Sepuluh menit lagi aku pulang ke rumah Keluarga Pramudita, mau ikut?" tanya Raka.Putrinya berada di rumah Keluarga Pramudita, tentu saja Brielle harus pergi menjemputnya. Dia pun mengangguk. "Oke, aku ikut."Brielle tidak membawa mobil sendiri dan area di sekitar juga ditutup sehingga sulit mendapatkan taksi. Dia hanya bisa menumpang mobil Raka.Senyuman samar melintas di mata Raka. "Aku suruh Gavin bawa mobil ke depan."Sepuluh menit kemudian, Brielle dan Raka meninggalkan lokasi pesta bersama-sama.Saat itu, waktu sudah menunjukkan pukul 8.30 malam. Begitu masuk ke mobil, Brielle memijat pelipisnya dengan lelah. Jamuan sos

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1359

    Setelah kembali ke tempat duduknya, Devina tiba-tiba diberi tahu oleh bartender bahwa Ignas pergi ke ruang santai untuk beristirahat dan menyuruhnya untuk menyusul nanti.Devina memandang Raka yang berada di tengah kerumunan. Dia menyesuaikan ekspresinya, lalu menghampirinya sambil membawa gelas anggur."Raka, lama nggak bertemu." Devina memaksakan senyuman alami dengan suara manja.Saat itu, Raka sedang berbicara dengan beberapa tokoh senior dunia bisnis. Mendengar suara itu, dia hanya melirik sekilas, bahkan tidak repot-repot menatap langsung.Devina melihat beberapa wajah familier di kerumunan. Sudut bibirnya terangkat. Dari tatapan mereka, dia tahu orang-orang itu dulu pernah salah paham tentang hubungannya dengan Raka."Raka, jangan sedingin itu dong! Bagaimanapun juga, kita ini kenalan lama," kata Devina tanpa rasa malu.Reaksi Raka membuat orang-orang di sekitar sedikit terkejut. Mereka semua tahu Devina pernah memiliki hubungan dengan Raka, tetapi sekarang terlihat jelas Raka s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1358

    Cinta yang datang terlambat tidak ada bedanya dengan sampah!Raka memang harus merasakan bagaimana rasanya mencintai tanpa bisa memiliki, barulah itu bisa disebut balasan setimpal.Devina mengembuskan napas perlahan. Pria yang tidak bisa dia miliki, kini justru mendapat perlakuan dingin dari wanita lain. Apa ada hal yang bisa membuatnya lebih puas daripada itu?'Brielle, sebaiknya kamu tetap mempertahankan harga dirimu sampai akhir. Jangan beri Raka kesempatan. Jalani saja hidupmu bersama kariermu sepanjang hidup ini!'Sedangkan dirinya hanya perlu berdiri dari luar dan menonton. Melihat bagaimana Raka mengerahkan segala cara dan usaha, melihat bagaimana Brielle tetap tidak tergerak sedikit pun ....Tuhan memang adil. Seakan ingin membuat Raka merasakan sendiri akibat dari semua yang pernah dia lakukan di masa lalu. Mengejar mantan istrinya kini terasa seperti berjalan menuju tungku pembakaran cinta. Dia sangat menantikan saat cinta itu membakar Raka hingga babak belur.Hanya Devina ya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1357

    Brielle mendengarkan ucapan Devina. Sudah jelas bahwa Devina tidak tahu kalau setelah dia menyatakan perasaannya dulu dan sebelum Raka memberi jawaban, Brielle sebenarnya sudah memilih untuk menyerah.Alasan mereka akhirnya menikah bukan karena Brielle memohon padanya, melainkan karena saat Brielle sudah siap melepaskan, justru Raka yang lebih dulu mengajukan lamaran pernikahan."Devina, jangan pakai pikiran kotormu untuk menilai orang lain." Brielle mengingatkannya dengan dingin. "Karena sekarang kamu sudah bergantung pada Ignas, jalani saja hidupmu dengan baik.""Pamer ke mana-mana tentang masa lalumu yang gemilang bersama Raka nggak akan bawa keuntungan apa pun buat kamu."Brielle baru saja hendak mengambil tasnya dan pergi, tetapi Devina mencengkeram lengan Brielle dengan penuh ketidakrelaan."Brielle, jangan pura-pura murah hati di sini. Aku nggak percaya kamu benar-benar sudah nggak benci dia sedikit pun.""Di kolam renang waktu itu, dia lebih memilih aku dibanding kamu. Di ruang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1356

    Namun, Ignas tidak akan berhenti menyelidiki segala hal di balik dana yayasan kamar dagang itu.Bagaimanapun juga, dia masih belum memenuhi ambisinya untuk menjadi posisi ketua kamar dagang. Selama masih hidup, dia harus duduk di kursi itu setidaknya sekali untuk memuaskan dirinya.Terlebih lagi, dia sangat tidak puas terhadap Raka yang jelas-jelas merupakan juniornya itu.Kegagalan dalam persaingan sebelumnya sudah membuatnya malu dan hari ini Raka sama sekali tidak memberinya ruang untuk menjaga harga diri. Dendam lama dan baru bercampur menjadi satu, bagaimana mungkin dia rela melepaskannya begitu saja?Orang lain mungkin tidak mampu menggoyahkan posisi Raka, tetapi Ignas tidak takut.Saat itu, Devina yang berada di sampingnya melihat sosok Brielle berjalan menuju toilet. Dia pun berkata, "Ignas, aku ke toilet sebentar."Brielle keluar dari bilik toilet, sementara Devina sedang mencuci tangan. Melalui cermin, dia memandang Brielle. "Hari ini Bu Brielle benar-benar hebat ya."Semua p

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1355

    Setelah Brielle mengobrol dengan Raju selama belasan menit, Raka berjalan menghampiri.Dia memberi salam hormat kepada profesor tua itu, lalu berkata kepada Brielle, "Profesor Brielle, maaf ganggu sebentar. Ada beberapa rekan dari luar negeri yang ingin kenalan denganmu. Bisa ikut denganku sebentar?"Brielle menoleh pada profesor tua itu. Sang profesor melambaikan tangan dengan ramah. "Pergilah, pergilah! Urusan utama lebih penting."Brielle mengangguk, lalu berdiri dan mengikuti Raka menuju kelompok tamu lain di aula jamuan.Begitu Raka berjalan mendekat, seorang pria yang tampak elegan langsung menyambutnya dengan hangat. "Pak Raka.""Pak Elliot, izinkan saya memperkenalkan. Ini Profesor Brielle." Raka memperkenalkan sambil tersenyum."Profesor Brielle, senang bertemu denganmu. Akhirnya, kita bisa bertemu langsung." Tatapan Elliot kepada Brielle penuh apresiasi dan kekaguman.Di sela-sela percakapan dengan Elliot, beberapa kenalan lain juga datang menyapa.Raka sedikit memiringkan k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 241

    Lalu, ponsel Brielle tiba-tiba berbunyi. Dia mengangkatnya dan melihat nama Harvis, lalu segera menjawab, "Halo, Kak Harvis.""Brie, data yang kamu minta sudah kukirim ke email-mu.""Baik, terima kasih banyak." Brielle menoleh pada pria di belakangnya. "Kamu pergi sana. Jangan ganggu hidupku lagi."

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 253

    Brielle kerap memanfaatkan urusan pekerjaan untuk muncul di sisi Raka, maksudnya jelas sekali."Bu Devina, saya antar Anda ke atas." Resepsionis menyambutnya dengan ramah.Devina tersenyum tipis, lalu menenteng tas dan melangkah menuju lift pribadi milik Raka.Sore harinya, Brielle menghadiri rapat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 248

    Brielle mengangguk. "Ayo!"Brielle juga ingin mencari tempat yang tenang sebentar.Keduanya berjalan menuju balkon sambil mengobrol. Tak jauh dari sana, Raka melihat pemandangan itu. Tangannya yang memegang gelas pun menegang.Devina menyadari perhatian Raka teralihkan. Dia bertanya dengan lembut, "

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 203

    Tatapan Raka menyelidik seolah bertanya apakah Brielle sudah memberi tahu putri mereka soal perceraian. Brielle menatapnya beberapa detik. Enam tahun menjadi suami istri, sorot matanya tetap bisa terbaca dengan mudah oleh Raka."Mama sedang sibuk dengan pekerjaannya belakangan ini, biarkan Mama beri

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status