Bel pintu depan berdentang di seluruh rumah, memecah keheningan dapur yang tegang. Aysha segera menyeka tangannya di celemek, wajahnya kembali ke ekspresi profesional yang netral. “Itu pasti pengiriman kopi pagi,” katanya sambil berjalan menuju serambi. “Seperti biasa, pukul tujuh lima belas.” Kesempatan itu dimanfaatkan Rani untuk menyingkir dari pengawasan. Ia menyelesaikan penyusunan nampan sarapan dengan cepat, lalu melangkah menuju ruang makan. Punggungnya sengaja tetap setengah membelakangi dapur, seolah jarak beberapa langkah saja bisa melindunginya dari tatapan yang terasa menekan. Saat memasuki ruang makan, Rani hampir bertabrakan dengan Tasya yang baru turun dari tangga utama. Tatapan kakaknya langsung tertuju padanya—tajam, menimbang. Bukan satu titik, melainkan keseluruhan: rambut yang kurang rapi, lipatan gaun yang sedikit melenceng, rona pucat yang belum sepenuhnya hilang dari wajahnya. “Selamat pagi,” sapa Tasya ringan, senyumnya sempurna. “Kamu kelihatan lelah.” R
最終更新日 : 2025-12-23 続きを読む