Ratih bergeser, kini duduk tepat di samping Karyo. Lengannya melingkari bahu suaminya yang lebar. Untuk pertama kalinya sejak kasus perselingkuhan ini terbongkar, dia melihat Karyo benar-benar rapuh—bukan lagi sosok pria dominan yang membanggakan kehebatan seksualnya, tapi pria biasa yang bisa gagal dan merasa malu."Kuwi mung tekanan batin, Mas. Sampeyan ngrasakke ora kepenak mergo aku neng kene, mergo Pak Irwan ngawasi, mergo kabeh wis berubah." (Itu cuma tekanan batin, Mas. Kamu merasa tidak enak karena aku di sini, karena Pak Irwan mengawasi, karena semua sudah berubah.)"Sampeyan ora nesu?" (Kamu tidak marah?) tanya Karyo, akhirnya memberanikan diri menatap mata istrinya.Ratih terdiam sejenak, mempertimbangkan pertanyaan itu. Anehnya, di tengah pengakuan memalukan suaminya tentang kegagalan bercinta dengan wanita lain, yang ia rasakan bukanlah kemarahan, melainkan... kelegaan."Aku mestiné nesu,
Last Updated : 2025-12-24 Read more