Pagi harinya, suasana di rumah keluarga Dhananjaya begitu damai seperti biasa.Cahaya matahari menembus tirai tipis, memantulkan warna keemasan di ruang makan yang luas. Aroma roti panggang, telur, dan kopi bercampur memenuhi udara, sementara suara lembut radio pagi mengiringi sarapan mereka.Aga membaca koran di ujung meja. Ara sibuk memotong buah untuk anak-anak. Ariana, gadis kecil itu, duduk sambil mengayunkan kakinya, menatap kakaknya dengan rasa penasaran sejak Arion turun dari lantai dua.Sementara Arion… duduk dengan wajah datar, rambutnya masih sedikit berantakan, jelas baru selesai mandi.Belum lima menit mereka makan, Ara akhirnya membuka suara dengan hati-hati."Oh ya Arion, gimana Dinda? Kamu sudah mulai nyaman sama dia?" Nada Ara lembut, tapi tatapannya penuh harap.Arion menahan napas sebentar, menaruh garpu sambil memijat pelipis."Mi, bisa nggak kalau nggak bahas itu?"Ara tidak menyerah. Senyumnya penuh keibuan."Sayang
Last Updated : 2025-11-28 Read more