Brakkk!Pintu ruang pemeriksaan terbuka keras seperti dihantam angin badai. Suara tersebut menggema di ruangan putih yang awalnya sunyi. Perawat yang tengah merapikan peralatan menoleh terkejut, dokter refleks menghentikan gerakannya, sementara Kayla tersentak kecil. Arion otomatis memutar tubuh, siaga.Di ambang pintu, berdiri Miko, wajahnya merah, napasnya memburu, seragamnya sedikit kusut karena berlari tanpa henti. Mata Miko liar mencari lalu membeku tepat di tempat Kayla duduk dengan lengan tersangga penyangga.“T-Tunggu…” Kayla berbisik pelan, tapi suaranya terlalu lemah.Miko menghampiri beberapa langkah, nafasnya masih naik-turun. “Lo kenapa bisa gini?” tanyanya dengan suara pecah, penuh kekhawatiran yang tidak ia coba sembunyikan.Kayla mencoba tersenyum, senyum yang dipaksakan, “Miko, aku gapapa.”“Gapapa gimana sih?” suara Miko tiba-tiba meninggi, emosinya meledak tanpa ia tahan. “Kalau gapapa gak mungkin sampai rumah sakit!”Getaran
Last Updated : 2025-12-01 Read more