Pagi itu langit tampak bersih tanpa satu pun awan menghalangi. Sinar matahari menembus pepohonan di sepanjang jalan kos-kosan Kayla, menciptakan bayangan yang menari pelan di tanah. Udara masih dingin, namun suasananya terasa sangat cerah, seolah hari itu memang sengaja diciptakan untuk hal-hal manis.Di depan gerbang kosan, Arion sudah berdiri sambil bersandar pada motornya. Seragam rapi, rambut sedikit berantakan tertiup angin, dan senyum yang tidak pernah gagal membuat Kayla gugup. Begitu Kayla keluar, langkah gadis itu langsung terhenti.“Pagi sayang.”Kalimat itu langsung membuat Kayla membeku. Matanya melebar, pipinya merona merah seketika.“Apaan sih, Ar! Jangan begitu ah!” protesnya cepat, mencoba menutupi wajah yang mulai panas.Arion malah tertawa kecil. Tawanya ringan, hangat, dan terdengar jelas menunjukkan bahwa ia menikmatinya.“Kenapa? Kamu suka?”Kayla memelototinya sambil menggigit bibir, berusaha terlihat marah, padahal da
Last Updated : 2025-12-10 Read more