“Terus terang, Papa bukan tidak setuju dengan itu. Tentu saja sangat setuju. Untuk apa melarang? Lagipula, kamu dengan wanita itu sudah punya anak,” kata Isaac dengan tenang. “Bahkan, sekalipun tidak ada anak di antara kalian—kamu tetap akan pada tujuan kamu. Keras kepala kamu sama seperti Mama kamu, San. Yang perlu kamu hadapi bukan Papa, tapi Mama.” Ya, tentu saja Isandro tahu akan hal itu. Makanya, dia memberitahu sang ayah lebih dulu. Setidaknya, salah satu dari orang tuanya tahu bahwa dia akan menikahi Yessa. Ah tidak, tanpa diberitahu, Shofia pasti sudah menebak kalau Isandro akan menikahi Yessa. Mungkin, saat ini wanita paruh baya itu sedang menyusun rencana liciknya? “Pada intinya, Papa tidak keberatan, kan? Papa juga tidak akan menyampaikan ini pada Mama, kan?” serbu Isandro dengan segala rentetan pertanyaannya. Isaac menghela napas panjang. “Tapi pastikan, setelah menikahi Yessa kamu tidak akan melakukan kesalahan yang sama, San!” peringat sang ayah dengan nada tegas.
Last Updated : 2025-12-06 Read more