“Balik ke kampung hanya untuk menemui wanita murahan itu, sekarang pulang malah bawa anak Aurora. Kamu ini kenapa sih, San?” ucap Shofia dengan nada nyinyir. Bayi di gendongan Isandro langsung merengek ketika mendengar ocehan Shofia selaku nenek kandungnya tersebut. “Apa, Nak? Kamu takut, ya? Gak usah takut ya, sayang. Papa ada di sini sama kamu,” bujuk Isandro sambil menimang sang anak dengan lembut. “San—!” “Ma, cukup!” potong Isandro dengan nada tegas, tatapannya tajam dan menusuk. “Aku gak lagi pengen cari masalah ataupun debat sama Mama.” Shofia mengepalkan kedua tangannya di samping tubuh, erat. “Mama gak suka ya, kamu bawa anak tukang selingkuh itu ke rumah, sekalipun Arby yang minta.” Isandro membuka mulut hendak membalas, tapi belum sempat—suara langkah kaki kecil terdengar menghampirinya ke ruang tengah. “Papa udah pulang,” seru Arby heboh, matanya yang polos itu langsung tertuju pada bayi di gendongan sang ayah. “Yeay, Papa bawa adek ke rumah,” lanjutnya penuh semang
最終更新日 : 2025-11-29 続きを読む