DENDAM- Jauhi dia, Van.[Mama mau perjalanan ke Surabaya, Van. Nyambangi kamu. Sore nanti sampai.]Senyum Vania terbit membaca pesan dari mamanya. Ditengah kemelut ini, dia senang bertemu dengan sang mama. Walaupun hatinya juga cemas, bagaimana kalau mamanya tahu tentang cerita hitam itu. Namun kehadirannya, meski tak bisa menyelesaikan masalah, tapi serasa penyejuk bagi Vania. Ia bisa meringkuk dalam pelukannya, kendati tidak bisa bercerita.Vania menghela napas pelan, lantas mengetik pesan balasan.[Oke, Ma. Kutunggu, ya.] Balas Vania seraya melihat jam tangannya. Masih banyak waktu untuk ngobrol dengan Cici sebelum mamanya sampai. "Mamaku mau ke sini, Ci. Sore ini sampai," ujar Vania setelah Cici duduk di kursi depannya. "Hmm, seneng banget kalau sering disambangi, Van. Orang tuaku baru sekali ke sini," gerutu Cici dengan wajah cemberut. Maklum, ayahnya Cici tidak berani nyetir jauh. Kalau bepergian pasti akan cari sopir. "Mamamu dianterin sopir apa sekalian sama papamu?""Aku n
Last Updated : 2025-08-25 Read more