DENDAM- Sweet Moment Vania menelan ludah, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Dia sudah sering melihat tubuh Erlangga, bahkan mereka tak terhitung sudah berapa kali berbagi ranjang. Tapi kini, ada aura baru yang menyelubungi sosoknya. Maskulin, menawan, menggoda, dan tentu saja hot."Aku mau mandi dulu, Mas." Vania menaruh ponselnya di nakas untuk mengalihkan perhatiannya sendiri. Namun Erlangga menahannya. "Siapa yang membuatmu tersenyum-senyum?" Tampaknya dia belum terima.Akhirnya Vania menunjukkan pesan dari Tara. Erlangga membaca sekilas, lalu memandang istrinya. "Bilang sama Tara, kalau kita tidak akan pernah berpisah.""Hmm, iya," jawab Vania singkat lalu berusaha mencari celah untuk melewati tubuh Erlangga yang berdiri tegak di depannya. Namun kekuatannya untuk menggeser sang suami, tak berpengaruh apapun. Erlangga bergeming."Mas, aku mau mandi." Vania mendorong, tapi sebuah tangan kuat menahan pinggangnya."Nanti saja sekalian." Erlangga menunduk, menatapnya dal
Last Updated : 2025-08-17 Read more