Pagi itu, mansion Blackwood terasa berbeda. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, rumah itu penuh tawa dan suara lembut bukan teriakan, bukan denting peluru. Damaro, bayi kecil yang selama ini menjadi simbol harapan, menggeliat di pelukan Gabriel. Tangan tuanya bergetar halus saat menyentuh pipi mungil cucunya. “Dia mirip ayahnya,” ucap Gabriel pelan, senyumnya tipis tapi hangat. “Mata itu… mata seorang Blackwood.” Mama Velia tertawa kecil. “Tapi senyum itu dari Aurora. Untung saja, ya. Kalau semuanya dari Damian, cucu ini pasti cemberut tiap pagi.” Aurora terkekeh, sementara Damian hanya melirik istrinya dengan ekspresi datar yang tak mampu menutupi rasa bahagia. “Dia akan butuh wajah tegas untuk bertahan di dunia ini,” gumamnya, tapi sudut bibirnya terangkat juga. Valente duduk di kursi bersebelahan dengan Gabriel, memperhatika
Last Updated : 2025-11-18 Read more