Yan Zhiyao tumbuh di tengah dua dunia yang sama-sama menuntut kesempurnaan. Sebagai satu-satunya putri Anli dan Yuze, ia dibesarkan dengan kasih sayang yang nyaris berlebihan, namun juga disiplin yang tidak pernah lunak. Sejak kecil, Zhiyao belajar bahwa kelembutan tidak sama dengan kelemahan, dan kekuasaan tidak selalu harus ditunjukkan dengan suara keras. Ia mengamati, menyerap, dan mengingat. Cara ibunya bertahan hidup, cara ayahnya memikul tanggung jawab tanpa banyak kata.Berbeda dari anak-anak lain, Zhiyao tidak pernah tumbuh menjadi gadis yang manja. Ia tenang, cerdas, dan memiliki ketajaman naluri yang membuat orang dewasa pun berhati-hati saat berbicara di hadapannya. Di usia muda, ia telah menguasai akupuntur dan pengobatan tradisional, warisan keluarga Jin dari garis neneknya, Jin Sua Luqi, teknik yang bukan hanya menyembuhkan, tetapi juga mampu melumpuhkan. Di sisi lain, ia dilatih beladiri sejak dini, bukan untuk pamer kekuatan, melainkan agar tak pernah menjadi korban.Ke
Dernière mise à jour : 2026-01-21 Read More