“Kamu belum kasih tahu Mama tentang apa yang kamu temukan di rumah lama kalian, kan?”Suara Langit terdengar pelan, tapi serius. Mereka sudah berada di kamar. Lampu utama dimatikan, menyisakan cahaya temaram dari lampu tidur di sisi ranjang. Tirai tertutup rapat. Dunia di luar kamar seolah dipisahkan oleh batas tak kasatmata.Tanisha yang tengah duduk bersandar di sandaran ranjang, menoleh perlahan. “Nggak,” jawabnya lirih. “Bahkan Mama nggak tahu aku sempat jenguk Papa di penjara.”Langit menghela napas tipis, lalu duduk di sisi ranjang, berhadapan dengannya. Ia menyandarkan siku di paha, menautkan jemari, sikap khasnya ketika sedang berpikir serius.“Mama masih terguncang,” lanjut Tanisha. “Aku nggak mau bikin Mama makin tertekan. Rasanya… beliau belum siap dengar apa pun lagi.”Langit mengangguk pelan. “Bagus,” katanya akhirnya. “Memang sebaiknya Mama jangan tahu dulu.”Tanisha mengangkat wajahnya, menatap Langit dengan sorot ragu. “Mas yakin?”“Yakin,” jawab Langit tanpa ragu. “Ma
Last Updated : 2026-01-11 Read more