Ruangan itu dingin.Bukan karena pendingin udara yang terlalu rendah, melainkan karena cara waktu berjalan di dalamnya—pelan, menekan, dan seolah sengaja ingin membuat siapa pun yang duduk di kursi besi itu kehilangan tenaga sedikit demi sedikit.Tanisha sudah duduk hampir tiga jam.Punggungnya pegal, pinggangnya terasa ditarik-tarik dari dalam, dan kepalanya seperti dipenuhi dengung yang tak mau pergi. Ia berusaha duduk tegak, menjaga napas tetap teratur, meski setiap kali bayi di perutnya bergerak, rasa tak nyaman itu kembali mengganggu fokusnya.Seorang penyidik menutup map cokelat di hadapannya.“Bu Tanisha Prameswara,” ucapnya datar, “kami hanya ingin memastikan satu hal. Semua aset ini—”Ia membuka map lain, memperlihatkan daftar panjang.“—apakah murni milik Anda, atau ada keterkaitan dengan aliran dana proyek ayah Anda?”Tanisha menelan ludah.“Sebagian besar itu hasil kerja saya sendiri,” jawab
Last Updated : 2025-12-27 Read more