Keesokan harinya, Thorian dikejutkan oleh kedatangan kekasih hati, Clara. Ia merasa senang bukan kepalang. Saat menerima kabar itu, ia sedang berada di istal kuda. Seorang pelayan lelaki mengabarinya.Namun, ia tiba-tiba teringat Lysandra. Gadis itu berada di rumahnya. Sial, semoga saja tidak terjadi perang. “Kenapa kau tidak mengabariku dari tadi?” omel Thorian pada pelayannya. “Maafkan hamba Yang Mulia, hamba juga tidak sengaja berpapasan dengan Nona tadi. Beliau langsung masuk melewati gerbang. Katanya, beliau mau memberi kejutan pada Anda,”Ketika penjelasan pelayan belum selesai, Thorian sudah keburu panik. Ia tidak mau terjadi kesalahpahaman di antara Clara dan Lysandra. Ia harus segera melakukan sesuatu. …Sementara itu, Clara baru saja turun dari kuda dan hendak mengetuk pintu kayu di depannya. Sengaja, ia berangkat malam agar bisa tiba di sana pagi. Namun, naasnya, ia tidak tahu siapa yang akan menyambutnya hari itu. Pintu terbuka dari dalam. Clara membeku. Seorang wanita
Read more