Mendengar kabar di perbatasan, dengan penuh emosi, Thorian langsung mencengkram kerah baju si prajurit yang mengantarnya ke kamar. “Cepat berikan obatku!” napasnya memburu. Penyakitnya kambuh setiap kali terpancing emosi. Seharusnya ia istirahat dan tidur. Namun, mendengar kabar buruk tentang ‘Umbrae’ yang menjebol sel hingga ada kabar terbaru menerobos perbatasan, ia tidak bisa tenang. Satu hal yang melintas dalam benaknya, sosok gadis yang selama ini muncul dalam tidurnya. Gadis yang selalu menjelma seperti bayangan yang terus mengikutinya. Gadis yang mengubah cara pandangnya tentang dunia. Ia berada di perbatasan dan mungkin saja terjebak di sana.“Yang Mulia, tabib sedang menuju kemari,” jawab sang prajurit. Ia menundukan kepalanya.“Tidak usah, aku harus segera ke perbatasan,” Thorian mencengkram kerahnya dengan sangat keras. Bahkan dalam kondisi sakit sekalipun, tenaganya cukup kuat untuk membuat prajurit itu menengadah dan tidak bisa bernapas dengan benar karena tercekik olehn
Read more