Share

Bab 679

Auteur: Piemar
last update Dernière mise à jour: 2026-03-10 07:47:11

Beberapa saat setelah upacara selesai, para tamu keluar ke halaman biara. Udara pegunungan terasa segar. Para pelayan sudah menyiapkan meja kayu kecil dengan roti hangat, madu, dan anggur sederhana.

Clara dan Thorian dikerumuni ucapan selamat. Nathan mencoba membantu mengambilkan minuman untuk Sarah dan hampir menjatuhkan dua gelas sekaligus. Sir Juan tertawa kecil melihatnya.

Di sisi halaman yang lebih sepi, Ana berdiri sendirian sebentar. Ia sedang membaca kembali surat dari Inez, tersenyum t
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 680

    Butuh beberapa detik bagi Ana untuk memahami maksudnya. Dan ketika ia menyadarinya, ia terdiam.Udara tiba-tiba terasa lebih dingin. “Maaf?” katanya pelan.Draven tidak mengalihkan pandangannya. “Saya melihat Anda pertama kali di Velmont,” katanya tenang. “Anda duduk dekat jendela.”Ana benar-benar tidak ingat. Dan entah mengapa, itu justru membuat situasi terasa semakin canggung. “Saya… tidak menyadarinya.”“Tentu saja tidak.” Nada Draven tetap datar. “Tidak ada alasan bagi Anda untuk memperhatikan seseorang di sudut ruangan.”Ana merasakan kegelisahan kecil merambat di dadanya. Ia melirik sekilas ke arah halaman—ke arah tempat Sir Juan berdiri.Namun sebelum ia sempat berkata apa pun lagi, Draven sudah berbicara lebih dulu. “Jangan khawatir.”Ana menoleh kembali.Draven berdiri sedikit lebih jauh sekarang, seolah sengaja menjaga jarak. “Saya tidak datang ke sini untuk membuat Anda tidak nyaman.”Ana menahan napas kecil. “Kalau begitu… terima kasih.”Hening jatuh beberapa detik di an

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 679

    Beberapa saat setelah upacara selesai, para tamu keluar ke halaman biara. Udara pegunungan terasa segar. Para pelayan sudah menyiapkan meja kayu kecil dengan roti hangat, madu, dan anggur sederhana.Clara dan Thorian dikerumuni ucapan selamat. Nathan mencoba membantu mengambilkan minuman untuk Sarah dan hampir menjatuhkan dua gelas sekaligus. Sir Juan tertawa kecil melihatnya.Di sisi halaman yang lebih sepi, Ana berdiri sendirian sebentar. Ia sedang membaca kembali surat dari Inez, tersenyum tipis pada salah satu kalimat di dalamnya.Langkah kaki terdengar di belakangnya. Ana mengangkat kepala lalu menoleh ke belakang. Seketika ia menelan salivanya yang terasa kecut. Pria itu… kembaran Thorian. Pria yang nyaris menghabisi suaminya. Sebuah ingatan buruk pun melintas, Leonhart pergi berperang menghadapi Dragoria saat ia tengah mengandung si kembar Juna. Bahkan Leonhart pergi tidak meminta ijin padanya. Ia berangkat malam hari. Mengingat kenangan buruk itu, wajahnya langsung berubah di

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 678

    Udara di halaman biara langsung berubah tegang. Kedatangan Draven dan beberapa pengawalnya membuat semua kepala menoleh ke arahnya. Nathan menggeram pelan. “Kenapa dia ada di sini?” Helaan napas kasar lolos dari bibirnya. Ia menajamkan penglihatannya, berusaha membaca kondisi. Seperti halnya Nathan, Sir Juan berdiri lebih tegap sekarang. Ia langsung memegang pedangnya. Berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tak diharapkan. Ia akan menjadi perisai untuk melindungi putri mahkota. Di tangga kapel, Thorian juga sudah memperhatikan kedatangan itu. Tatapannya mengeras seketika. Semoga saja kakaknya tidak merusak suasana bahagianya. Jika iya, ia tidak akan tinggal diam. Ia akan membuat kakaknya menyesal karena pernah terlahir di dunia. Clara yang berdiri di sampingnya mengikuti arah pandang mereka. Begitu melihat siapa yang datang, napasnya tertahan. “Pangeran Draven…” gumamnya pelan. Ia tidak berniat bertanya tentang apakah Thorian serius mengundangnya. Rasanya, tidak mungkin. Bukankah

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 677

    Akhirnya, hari yang dinantikan tiba. Pernikahan Clara dan Thorian diadakan di biara yang sudah mereka tentukan. Sebuah biara sederhana—dengan dinding tua yang ditumbuhi lumut, jendela tinggi dengan kaca berwarna pudar, dan halaman kecil yang dikelilingi pohon pinus. Tidak ada bendera kerajaan baik dari Ravensel maupun dari Dragoria. Di halaman biara yang sudah ditata sedemikian rupa agar nyaman, beberapa tamu kecil sudah berkumpul. Ana berdiri dekat tangga batu menuju kapel. Gaunnya sederhana, sengaja karena tidak ingin terlihat mencolok. Namun penampilannya tetap saja tampak anggun seperti biasa karena diberkati kecantikan wajah dan keindahan manik matanya yang berwarna hijau zaitun. Rambutnya disanggul rapi, dan di tangannya ia memegang kotak kecil berisi hadiah.Di sampingnya berdiri Sir Juan, tegap seperti biasa, meskipun hari ini wajahnya sedikit lebih santai daripada saat bertugas di istana. Leon tidak bisa hadir karena urusan istana. Oleh karena itu, Ana hadir bersama Nathan,

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 676

    Wajah Clara menegang tatkala menengok ke arah belakang kereta. Iring-iringan pasukan Ravensel tepat berada tak jauh dari mereka. Pun, sosok yang membuatnya tak kalah syok ialah sosok Leonhart.Meskipun Leonhart sudah memberikan restu akan hubungan dirinya dengan Thorian, akan tetapi setiap kali melihat Leonhart dan Thorian bertatap muka langsung, ia selalu merasa khawatir dan waspada.Namun siapa sangka, jauh panggang dari api. Saat Clara tenggelam dalam lamunan dan segala kemungkinan yang ada dalam kepalanya, Thorian justru membuka pintu kereta dan turun lebih dulu.Udara pagi yang dingin langsung menyambutnya disertai barisan kuda-kuda perang mereka menghembuskan napas putih di udara dingin. Dan di depan barisan itu berdirilah sosok yang penuh kharismatik, Leon

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 675

    “There is no charm equal to tenderness of heart.” (Tidak ada pesona yang lebih indah daripada kelembutan hati; Jane Austin)…Thorian menggenggam tangan kekasihnya lalu berkata dengan nada serius. “Jadi,” katanya pelan, “kapan?”Clara tidak langsung menjawab. Ia terdiam sejenak, menatap lemari yang berada di pojok rumah. “Segera,” katanya akhirnya.Alis Thorian terangkat tipis. Kata segera itu langsung membuatnya bersemangat. Rasanya, ia ingin menjerit saking merasa euforia mendengar kabar bahagia itu. Kabar baik ketika Leonhart bahkan memberikan restu pada hubungan mereka. Clara menoleh kepadanya, lalu tersenyum kecil. “Sebelum Leon berubah pikiran.”Beberapa detik Thorian hanya menatapnya, seolah mencerna kalimat itu. Lalu bahunya bergetar oleh tawa rendah. “Masuk akal,” ujarnya santai, meski sudut bibirnya masih terangkat. “Aku tidak menyangka calon istriku ternyata cukup licik.”Seketika Clara ikut tertawa pelan. “Karena calon suamiku juga licik,” Thorian mengernyitkan keningnya

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status