“Kamu sudah lihat sendiri, kan? Apa aku berbohong soal perasaanku?”Belum ada kata-kata lagi yang keluar dari mulut Alan. Membuat Joanna makin geram dalam hati.“Apa kamu masih berpikir kalau aku membohongimu? Lihat apa yang tersisa dariku sekarang, Alan. Aku kehilangan orang tuaku, aku kehilangan harga diriku, aku hampir kehilangan nyawaku ... Dan semua hanya karena aku ingin kembali padamu. Apa itu belum cukup membuktikan kalau aku tulus?”Alan hanya terdiam, membiarkan setiap kata-kata Joanna menghujam logikanya. Dia menatap ke arah jendela dengan sorot mata kosong, terjebak dalam pusaran emosi yang membuatnya sulit bernapas.Joanna perlahan melepas pelukannya, menjauhkan kepalanya dari perut Alan, lalu mendongak menatap Alan dengan mata sembabnya.“Mungkin kamu bingung kenapa aku nekat mengaku sebagai istri sahmu di depan publik,” ucap Joanna dengan suara bergetar pelan. Alan kini menatap manik mata wanita masa lalunya itu mencari kepastian kata, adakah sorot kebohongan di sana?“
Read more