Tengah malam bukan lagi waktu untuk istirahat, melainkan awal dari mimpi buruk yang menjadi nyata.Di ruang kerja yang hanya diterangi lampu meja yang remang, atmosfer terasa mencekam. Saat Alex dan Revan melangkah masuk hampir bersamaan, aroma sabun dan sisa uap air masih tertinggal di kulit mereka.Rambut mereka basah, sisa-sisa kebersamaan hangat dengan pasangan masing-masing yang terpaksa diakhiri dengan kasar.Mereka tampak segar, namun mata mereka tidak bisa menipu. Ada kegelapan yang pekat di sana, dingin, waspada, dan sebuah ketakutan yang disembunyikan dengan rapi.Revan adalah yang pertama memecah keheningan. Suaranya rendah, bergetar tipis, kehilangan ketenangan yang biasanya ia banggakan.“Regina.”Nama itu meluncur seperti peluru.Alex berhenti melangkah. Ingatannya melompat pada pesan Edward, ayahnya. Hati-hati tampil di depan publik. Jangan mudah terlihat. Jangan pamer keluarga.Tapi semua terlambat.“Dia sudah mengetahui semuanya,” lanjut Revan, matanya menatap lantai,
Terakhir Diperbarui : 2025-12-22 Baca selengkapnya