Orang dengan gangguan jiwa dianggap nggak sepenuhnya sadar, hukum pun nggak akan tuntut mereka atas apa yang mereka lakukan. Dan begitu label itu melekat, setiap kata yang keluar dari bibir mereka otomatis kehilangan makna dan kebenaran.Sadar akan hal itu, Kakek Budi menatap cucunya lama-lama. Dalam diri Indra, ia lihat pantulan dirinya sendiri, ketegasan, dinginnya hati, keberanian untuk ambil keputusan paling kejam. Tapi tetap saja, anak itu masih terlalu muda, terlalu ceroboh.Indra menunduk sedikit, sembunyikan gejolak dalam dirinya. Suaranya berat, tenang, tapi mengandung kelelahan yang nyaris nggak terdengar.“Masalah opini publik biar aku urus sendiri. Urusan Wulan, aku akan selesaikan dengan tanganku sendiri.”Kakek Budi menghela napas, akhirnya tanya, “Lalu, gimana dengan Puspa?”Indra menatap kosong ke lantai. “Akan kutebus nanti.”Ia nggak jelaskan lebih jauh, tapi dalam hatinya ia sudah janji, suatu hari nanti, ia akan bayar semua luka yang pernah ia berikan. Ia akan tebus
Read more