Wulan bergumam pelan, seolah sedang bicara ke pria di hadapannya, tapi juga sedang benarkan dirinya sendiri. Kalimat itu seperti pembelaan halus, yang salah bukan dia, tapi mereka, siapa suruh mereka menentangnya.Pria itu menatap wajah pucatnya dengan sorot tajam, lalu tanya dengan nada tenang, “Kamu masih ingin bersama Indra?”Wulan jawab tanpa ragu, “Tentu saja. Kak Indra akan jadi suamiku suatu hari nanti. Kenapa aku nggak boleh sama dia?”Pria itu menyipitkan mata. “Sebenarnya, dia nggak pantas untuk kamu.”Indra, pria yang rela korbankan keselamatan wanita lain demi mantan istrinya, bahkan paksa Wulan gugurkan kandungannya, bukannya itu bukti dia bukan lelaki baik-baik? Gimana mungkin dia pantas terima cinta Wulan?Namun begitu dengar kata-kata itu, wajah Wulan langsung berubah. Nada suaranya tajam dan marah, “Cukup! Aku nggak mau dengar hal seperti itu lagi! Kami itu cocok, nggak ada yang lebih pantas untukku selain dia!”Begitu kata itu selesai diucapkan, ruangan seketika sunyi
Read more