Selalu hidup berdampingan dengan orang yang nggak stabil. Endah khawatir, jangan-jangan suatu hari nanti, anaknya sendiri juga ikut gila.Saat lewati gedung utama Vila Asri, ia ketemu lagi dengan Puspa. Kini, keduanya sudah nggak lagi berdiri di posisi lama mereka. Endah nggak lagi berlaku sebagai ibu mertua yang angkuh, dan Puspa juga bukan lagi menantu yang rendah hati dan menunduk setiap kali bicara.Namun, ketika berhadapan dengan tatapan dingin dan datar dari Puspa, Endah tetap merasa nggak terbiasa. Mungkin karena ia sudah terlalu terbiasa lihat Puspa yang dulu sopan, hormat, selalu ngalah. Bibirnya sempat bergerak, seolah ingin bicara, tapi akhirnya hanya terdiam. Ada begitu banyak hal yang ingin ia katakan, marah, menyalahkan, bahkan mungkin menghina, tapi pada akhirnya semua tertahan di tenggorokan.Ia bahkan sempat pikir untuk lemparkan sejumlah uang, suruh Puspa menjauh dari Indra. Namun ia tahu betul, masalahnya bukan Puspa nggak mau pergi, tapi anaknya sendiri yang nggak m
Read more