Puspa nggak tahu sudah berapa lama ia dikurung. Satu-satunya yang beri tanda waktu hanyalah celah ventilasi sempit, tempat sinar suram berganti dengan terang, malam berlalu, pagi kembali datang.Pintu besi yang terkunci rapat hanya terbuka sekali. Seseorang letakkan semangkuk air di depan pintu, nggak ada makanan. Dengan tangan dan kaki terikat, jika ia ingin minum, jika ia ingin hidup, ia harus merangkak dan menelungkup seperti seekor anjing untuk menjangkau air itu. Niat untuk menghina dirinya jelas terlihat.Semalaman berlalu, panas di pipinya sudah reda, tetapi luka di dalam mulut akibat benturan masih terasa, nggak berdarah, namun tetap perih.Puspa menggeliat, pelan-pelan duduk, bersandar pada dinding kusam dan kotor. Tatapannya kosong, pikirannya mulai bekerja, siapa yang culik dia?Dalam hidupnya, ia punya dua kemungkinan pelaku: Indra yang terobsesi kurung dia, dan Keluarga Darkan yang ingin balas dendam.Yang pertama Indra sudah ia coret saat ia diculik dengan kasar. Ketika i
Read more