Puspa berbaring di atas ranjang dan tidur nyenyak. Sekitar lima belas menit sebelum pesawat mendarat, suara ketukan lembut terdengar di pintu.“Puspa, pesawat akan segera mendarat. Kamu bisa siap-siap sekarang.”Puspa sebenarnya sudah bangun sebelum dia datang. Ia hanya menggumam pelan sebagai jawaban. Begitu pesawat benar-benar berhenti, barulah Puspa keluar dari kamar. Di luar, Indra bersama rombongannya sudah tungguin dia.Puspa nggak menatap mereka. Ia cuma jalan lurus, dingin, seolah mereka semua cuma angin. Begitu keluar dari bandara, satu hal yang langsung ia pikirkan cuma pergi sendiri.Namun Indra nggak kasih dia kesempatan.“Jalan bareng aku,” katanya, nada suaranya seperti perintah.Puspa tepis tangan yang tahan dia dengan ekspresi jijik.“Minggir.”Tapi genggaman Indra seperti besi panas, begitu menempel, nggak bisa dilepas.“Berantem boleh, marah juga boleh, tapi jangan main-main dengan nyawamu sendiri,” katanya kerasPuspa memutar bola matanya, jelas kesal. “Minggir!”Nam
اقرأ المزيد