Hari yang ditunggu akhirnya tiba.Pagi itu rumah Mila sudah ramai sejak subuh. Keluarga, perias, tim dokumentasi, dan beberapa kerabat dekat hilir mudik memastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Sevi sudah berada di sana sejak malam sebelumnya. Ia memang “dipaksa” menginap oleh Mila, alasannya sederhana, Mila tidak mau sendirian menghadapi hari sebesar ini.Semalaman mereka hampir tidak tidur.Mila lebih banyak diam, menatap langit-langit kamar.“Aku deg-degan,” bisiknya pelan.Sevi menggenggam tangannya. “Wajar. Tapi kamu nggak sendiri.”Ia tahu, di balik senyum dan kesiapan Mila, ada campuran rasa haru, gugup, dan tanggung jawab besar. Bukan hanya menjadi istri, tapi juga calon ibu.Arlan sempat bersikeras ingin ikut menginap, namun Sevi langsung menolak mentah-mentah.“Fokus saja jadi tamu rapi besok,” katanya tegas.Akhirnya mereka hanya sempat video call sebelum tidur. Arlan menggoda, Sevi pura-pura galak, tapi di ujungnya sama-sama tersenyum.Menjelang pagi, Mila sudah duduk
Last Updated : 2026-02-18 Read more