"Benar juga, kamu 'kan dokter. Dia pasti mau dengar kata-katamu. Cepat bujuk dia." Lucano menarik Landon dengan kuat, menyeretnya masuk ke ruang VIP.Alvian memasang ekspresi dingin, mengikuti dari belakang.Begitu masuk, mereka melihat Easton duduk di sudut ruangan. Di depannya berderet botol-botol kosong yang tak beraturan. Pipi Easton sedikit memerah. Dia menekan mulut botol bir, mengetukkannya ke sudut meja, lalu busa bir langsung muncrat keluar.Wajah Easton tampak dingin. Dia menenggak minuman itu dengan kepala menengadah."Easton, tubuhmu belum pulih. Kamu nggak boleh minum berlebihan." Landon membungkuk, hendak merebut botol itu, tetapi gagal."Pergi. Jangan sentuh aku." Suara Easton rendah. Gerakannya lambat karena mabuk, tetapi dia tetap menuang bir ke mulutnya.Landon kurus, tinggi, putih, pintar, tampangnya nyaris sempurna. Namun, kemampuan fisiknya nol. Di hadapan Easton, dia tidak punya tenaga sedikit pun untuk melawan.Sejak kecil, empat orang ini hampir tidak pernah ber
Read more