Tangannya terus menelusuri tubuhku, membuat gairahku semakin bangkit. Aku merasakan pusing yang luar biasa di kepalaku, namun rasa panas yang menjalar di sekujur tubuhku jauh lebih mendominasi. Di sampingku Jeni, gadis yang baru kutolong tadimenatapku dengan tatapan yang lapar.Melihatku hanya diam dan tidak memberikan perlawanan, Jeni semakin berani. Jemarinya yang lentur mulai menyentuh kancing kemeja biru gelapku.Satu per satu, kancing itu terlepas. Aku merasakannya, aku menyadarinya, namun syaraf-syarafku seolah telah dikhianati oleh otakku sendiri.Dalam hati kecilku, aku ingin berteriak dan pergi dari sana, namun hormon yang meledak-ledak di dalam tubuhku berkata lain. Aku membiarkannya."Kamu tahu, Bima?" bisik Jeni, suaranya terdengar serak di telingaku. "Aku sudah lama mengikutimu di Tok-Tok. Aku salah satu followers-mu yang paling setia."Ia menghentikan gerakannya sejenak untuk menatap dadaku yang kini terekspos. "Aku selalu mengagumimu. Aku sangat suka melihat tubuhmu di
Last Updated : 2026-01-11 Read more