Share

Bab 201

Author: Nabila Ara
last update publish date: 2026-01-31 16:36:14

Tidak ada alarm yang berbunyi, tidak ada suara burung yang terlalu ramai. Hanya cahaya tipis yang menyusup pelan melalui celah tirai kamar, menyentuh lantai, lalu merayap naik ke ranjang tempat Rose terbaring.

Matanya sudah terbuka sejak lama.

Ia tidak tahu pasti sejak jam berapa ia terjaga. Yang jelas, semalaman tidurnya tidak pernah benar-benar nyenyak. Setiap kali ia memejamkan mata, pikirannya langsung berlari ke satu hal yang sama. Dan setiap kali itu pula, dadanya terasa sesak oleh perasa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 310

    "Hmmmm.... eegghhh...."Tidur Alana terganggu saat ia merasa ada benda kenyal sedang menyentuh wajahnya.Begitu ia membuka mata, Ken langsung menghujani wajahnya dengan ciuman."Bangun dulu, Sayang. Sudah jam lima pagi, kamu mandi dulu. Ayo kita melaksanakan kewajiban kita dulu, setelah itu kalau masih mengantuk kamu lanjut tidur," ucap Ken."Masih mengantuk, Ken. Badanku rasanya sakit semua. Kayak habis digebukin satu RT. Kamu sih semalam kayak orang maniak, nggak mau berhenti. Ini saja baru satu jam tidurnya," gerutu Alana.Gadis itu bahkan belum sadar jika saat ini selimutnya tersingkap sehingga sepasang bukit kembar miliknya terlihat jelas oleh Ken. Tampak jakun pria itu naik turun namun sekuat tenaga Ken menahan dirinya untuk tidak menyerang Alana lagi karena mereka harus segera mandi dan menjalankan kewajiban sebagai manusia kepada sang pemilik kehidupan."Ayo mandi dulu, Sayang. Kita mandi bersama agar menghemat waktu," ucap Ken.Alana langsung menggeleng karena di benaknya ti

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 309

    Tangan Alana menggapai-gapai hingga ia menemukan remote untuk mengatur suhu udara di ruangan kamar mewah itu."Sudah di atur di suhu terendah, Sayang. Panas ya?" tanya Ken saat melihat istrinya yang ingin menurunkan suhu AC.Alana mengangguk.Panas yang tercipta dari aktivitas AH dan OH yang mereka lakukan tadi ternyata sama-sama mengalirkan keringat yang berlebih pada tubuh keduanya, hingga rasanya Alana ingin berendam air dingin saat ini juga.Berada di dalam pelukan suaminya, Alana merasakan damai dan nyaman pada perasaannya.Seumur hidup untuk pertama kalinya ia merasa diinginkan begitu berlebih oleh seorang pria yang sanggup memberikan perlindungan untuknya, baik jiwa dan raga pria itu tanpa rasa takut dan was-was. Bersama pria yang sedang memeluknya ini, Alana memiliki keluarga kembali setelah kedua orang tuanya kembali pada sang pemilik kehidupan."Ken, tubuhku sangat lengket. Rasanya ingin mandi saat ini. Kamu nggak ingin mandi? Ayo mandi dulu agar kita bisa tidur dengan nyam

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 308

    Ken menatap lekat mata istrinya yang masih larut dalam kubangan gairah.Sedikit mengangkat pinggul istrinya, Ken menuntun jaguarnya kembali menerobos lembah kenikmatan milik Alana.Pria itu meletakkan telapak tangan Alana pada kedua bahunya.Pemandangan yang indah pada sepasang bukit kembar yang kencang dengan ukuran yang memanjakan mata membuat mata Ken kembali lapar untuk mereguk nikmatnya.Hanya beberapa menit saja karena ketegangan yang tercipta di bawah sana tidak bisa lagi dikendalikan hingga Ken mengangkat tubuh Alana.Berulang-ulang hingga gadis itu memilih untuk mengangkat tubuhnya sendiri dan melakukan manuver di atas pangkuan suaminya.Ken mengarahkan telapak tangannya pada sepasang bukit kembar istrinya yang sudah ia klaim sebagai bagian kesukaannya dan bahkan ia sudah merencanakan setiap malam harus menikmati itu sebagai nutrisinya layaknya seperti bayi. Ken semakin memegang bukit kembar milik istrinya ketika pinggul Alana mulai bergerak di atas pangkuannya.Suara desahan

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 307

    Tubuh Ken kembali merunduk lalu pria itu mendorong pinggulnya perlahan-lahan hingga pria itu bisa merasakan jaguar kebanggaannya terdorong ke dalam, seperti melewati sebuah goa sempit yang menghimpit pusat hasratnya dalam kondisi primanya."Sayaaaang.... ouuhhhh...."Bibir Ken mengerang kembali ketika lagi lagi seperti ada gaya tarik begitu dahsyat yang membuat jaguar kebanggaannya itu terbenam sempurna di goa sempit milik istrinya.Bersama sentakan kuat yang dilakukan pinggulnya, tidak ada bagian dari jaguarnya yang berada di udara terbuka.Ken merengkuh kepala Alana untuk memberikan ciuman kilat di bibir ranum gadis itu yang sudah membuatnya candu.Pria itu kembali menegakkan tubuhnya, bersimpuh di hadapan Alana dengan kedua kaki gadis itu telah ia buka lebar-lebar.Dengan gerakan refleks, Alana mengangkat kedua kakinya, melingkari pinggul suaminya bersamaan dengan pinggul Ken yang mulai bergerak maju mundur."Aaaaahhh.... Keeenn...."Alana benar-benar merasakan sengatan atas geraka

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 306

    Untuk beberapa saat tatapan mereka beradu. Degup jantung mereka beradu di keheningan malam.Di kamar mewah yang luas itu, Ken masih mencoba untuk menyelami perasaannya hingga akhirnya, pria itu merundukkan tubuhnya lalu mengangsurkan bibirnya pada leher Alana.Sentuhan bibir pria itu membangkitkan gelora di dada mereka. Apalagi bibir Ken sudah bergerilya, menjamah permukaan kulit Alana dengan posisi lidah yang sama aktifnya dengan bibirnya.Tangan Ken menopang punggung Alana yang melengkung ke atas saat leher gadis itu sedang di jamah oleh dirinya.Jejak-jejak cinta kembali Ken berikan. Ia mengabaikan permintaan istrinya agar tidak membuat jejak-jejak cinta di tempat yang mudah terlihat orang lain. Bagi Ken selagi ada salep ajaib, ia bebas untuk membuat jejak cinta dimana pun yang ia inginkan. Apalagi ia sangat menyukai hasil maha karyanya tercetak jelas di permukaan kulit leher istrinya yang putih.Kaki Alana di bawah sana semakin bergerak resah. Sensasi sentuhan yang diberikan Ken p

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 305

    Alana pikir Ken akan langsung menerobos ke dalam lembah kenikmatannya, tetapi gadis itu salah.Saat Ken membuka kakinya lebar-lebar, pria itu justru menempatkan kepalanya di antara kedua kakinya hingga sesuatu yang panas mendesak masuk ke dalam."Keeenn... aaahhhh..."Tubuh Alana terguncang hebat ketika gerakan sedikit brutal dari suaminya menggunakan lidah pria itu untuk membuat gerakan memutar pada bagian paling sensitif yang ada pada lembah gelora Alana.Bibir Ken menghisap dengan rakus, mereguk kenikmatan yang tersaji di sana.Tubuh Alana berkali-kali melengkung ke depan. Kepala gadis itu menggelepar berkali-kali, begitu pula dengan suara-suara desah dan erangan yang tidak bisa lagi dikendalikan.Kedua kakinya bergerak-gerak resah ketika lidah panas suaminya semakin bergerak liar di sana.Telapak tangan Alana mencengkeram erat rambut Ken, bukan untuk menariknya menjauh tetapi justru menariknya lebih dekat dan lebih dekat hingga satu erangan panjang terdengar di sertai dengan suara

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 60

    Udara malam di The Lodge Maribaya kembali dingin, tapi tidak menusuk justru lebih lembut, seolah ikut menenangkan hati yang sedang jatuh cinta.Dari kejauhan, suara air yang menetes di sela bebatuan bercampur desir angin yang menerpa pepohonan pinus.Langit gelap bertabur bintang, dan bulan separu

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 50

    Rose dan Arthur masih berdiri di depan pintu masuk Apartmen milik Zumi. Beberapa saat kemudian, terdengar suara yang begitu familiar di telinga Rose dari dalam apartmen itu. "Siapa, sayang?" Begitu melihat Rose dan Arthur di depan, Zumi sangat terkejut. Ia tidak menyangka jika istri dan Papany

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 61

    "Kenapa kamu tegang, sayang?" tanya Arthur saat setelah napas mereka mulai tenang tidak seperti setelah ciuman tadi, napas mereka memburu karena memerlukan pasokan oksigen.Posisi mereka saat ini masih sama, dengan Arthur mengungkung Rose di bawahnya dengan baju Rose sudah terlepas dari tubuhnya ha

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 51

    "Sayang, apa yang dia bilang itu bohong ka? Kamu sehat kan sayang? Kamu tahu kan aku ingin banget punya anak sama kamu." Ririn langsung mencecar pertanyaan pada Zumi. "Sayang dengarin aku. Kita bahas itu nanti saja," jawab Zumi, tampak jelas ekpresi paniknya. "Kenapa kamu nggak langsung jujur s

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status