Share

Bab 205

Author: Nabila Ara
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-04 21:19:46

"Maksud kamu apa, Dave? Tetanggan? Kalian mau pindah di dekat rumah kami?" Arthur menatap sahabatnya dengan tatapan bingung.

Dave mengangguk. "Iya. Rumah yang ada di samping rumah kamu itu sudah lama di incar oleh Julia. Dia tertarik sama desain rumah itu dan halamannya juga luas. Kebetulan pemilik rumah itu mau pindah ke Belanda. Nah langsung aku beli saja,"

"Loh, Robert mau pindah ke negara asalnya? Aku justru nggak tahu kalau dia mau pindah," ucap Arthur dengan santai.

"Aku juga baru tahu m
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
yaelah mau ketauan hamil aja hrs nunggu lebih dr 10 bab . mau brp bab lg thor baru Arthur tau ?!!
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 355

    “Kamu..” Agam berdiri begitu melihat Melani yang datang bersama Salimah.Melani sama terkejutnya saat melihat Agam karena saat ia tanya Rose apakah Agam ada datang tetapi Rose mengatakan Agam kemungkinan tidak datang hari ini.Rose yang paham mengapa Melani terkejut langsung berdiri untuk menyambut Melani.“Akhirnya datang juga. Sudah dari tadi loh aku menunggu kamu,” ucap Rose yang mendekati Melani. Kemudian Rose dan Melani saling cipika cipiki.“Ayo, duduk dulu. Ada cookies buatanku. Di coba ya. Oh iya, kamu naik apa ke sini? Tadi jadi nemanin Mama kamu?” tanya Rose.“Kurang banyak Rose tanyanya, sampai Melani bingung itu mau jawab yang mana dulu,” sahut Alana.Rose hanya menyengir saja. Lalu ia kembali duduk di samping suaminya.Sementara itu Melani duduk di sofa yang sama dengan Agam karena memang setiap sofa di ruang keluarga cukup untuk dua orang.“Bebas Melani deh mau jawab yang mana dulu.” Rose terkekeh.“Tadi aku ke sini pakai taksi online dari restoran tempat Mamaku bertemu

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 354

    "Kok kamu ada di sini?" Arthur terkejut melihat dua sahabatnya yang ia tahu sudah pulang ke Bali."Memangnya kenapa kalau aku ada di sini?" tanya Julia balik.Lalu Julia mendekati Rose dan melakukan cipika cipiki dengan Rose. Dave dan Julia baru saja tiba. Hanya singgah sebentar di rumah mereka yang ada di samping rumah Arthur untuk menyimpan barang mereka, lalu langsung datang ke rumah Arthur.Rose yang mengajak Julia untuk ikut kumpul bersama, bagi Rose semakin banyak orang maka akan semakin seru."Makasih Tante sudah mau datang," ucap Rose sambil tersenyum."Kamu yang mengajak Julia, Sayang?""Iya. Makin rame kan makin seru Pa.""Kamu bilang cookies buatanku biasa saja, terus dulu yang sering minta aku buatkan itu siapa? Kamu ini mentang-mentang istrimu pandai buat cookies, kamu melupakan jasa sahabatmu," gerutu Julia."Iya dong. Buatan istriku jauh lebih enak," ucap Arthur dengan santai. Pria itu kembali mencomot satu cookies di atas loyang."Ehhh panas," ucap Arthur kembali saa

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 353

    "Tuan, saya sudah ketemu pengirim paket teror itu."Arthur langsung menelpon Ken begitu ia membaca pesan yang di kirim oleh pria itu."Siapa Ken?" tanya Arthur begitu Ken menerima panggilan teleponnya.Masih hanya memakai handuk, Arthur berjalan menuju balkon kamarnya karena ia tidak ingin menggangu tidur istrinya.Begitu ia membuka pintu ke arah balkon, angin malam yang berhembus langsung menerpa tubuh basahnya.Arthur menyandarkan satu tangan di pagar balkon kamarnya sambil menunggu jawaban dari Ken.“Orangnya ternyata hanya suruhan, Tuan,” jawab Ken dari seberang sana. “Dia dibayar seseorang untuk mengirim paket itu ke rumah Tuan.”Rahang Arthur langsung mengeras. Ia mencengkeram erat pagar balkon.“Dia lihat wajah orang yang menyuruhnya, Ken?”“Tidak jelas, Tuan. Orang itu memakai masker dan topi. Tapi kami berhasil mendapatkan rekaman CCTV saat transaksi pembayaran dilakukan. Dan...""Dan apa Ken?""Dia mengatakan yang menyuruhnya adalah seoarang wanita dengan tubuh tinggi sekita

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 352

    Arthur mengusap keringat yang ada di kening Rose.Di bawah sana benda purbakala Arthur sudah menyatu bersama istrinya. Arthur sempat memejamkan mata saat ia kembali merasakan sensasi yang ia rindukan karena beberapa waktu lalu ia harus berpuasa untuk tidak memasuki istrinya karena kondisi kandungan Rose.Hanya satu menit saja Arthur mendiamkannya karena nyatanya Arthur tidak berdaya menghalau gelisah yang ada. Ia tidak kuat menahan sensasi dari jepitan pada benda purbakalanya di goa sempit milik istrinya.Tubuh pria itu mulai bergerak dengan vibra yang lambat. memutar dan menekan, lalu maju mundur seolah sengaja memberi rasa yang akan dinikmati oleh istrinya.Seperti janjinya tadi, ia akan melakukan dengan lembut untuk buka puasa kali ini.Bagaimanapun ini pertama kali mereka melakukan penyatuan setelah Rose dinyatakan hamil buah hati mereka.Kedua tangan Rose mencengkeram seprei dengan kuat.Arthur masih bergerak dengan pelan, hanya menggunakan kecepatan dua puluh kilometer per jam

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 351

    Deru napas Rose tidak beraturan. Gerakan yang tercipta dari bibir dan lidah Arthur yang telah bersinergi, mampu menghadirkan gelenyar aneh yang merayap, pertama-tama dari bawah kemudian naik ke atas hingga napas Rose tersengal-sengal.Rasa yang ia rindukan malam ini kembali ia rasakan. Setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya selalu membuatnya menggila akan gelora gairah yang mulai membakarnya."Aaaahhhh..."Suara itu begitu lirih, sebuah kata yang tidak berada dalam kamus besar bahasa tetapi memiliki makna yang luar biasa untuk Arthur.Pria itu lalu mendongak, mengusap bibirnya perlahan kemudian lengannya kembali menumpu pada kedua ranjang, menyangga berat tubuhnya agar tidak menimpa sang istri.Ia tidak mungkin begitu saja mengabaikan pesan Dokter Mala yang berkata untuk melakukannya dengan lembut dan seminim mungkin demi menghindari gerakan kasar serta menjalankan SOP (Standar Operasional Percintaan) untuk ibu hamil di usia yang masih rawan."Aku akan melakukannya dengan lembu

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 350

    Arthur meraih remote kecil di atas nakas di samping ranjang dan mengarahkan ke arah pintu hingga kemudian terdengar bunyi klik dari sana.Pria itu meletakkan sebelah telapak tangannya di wajah istrinya, lalu ia kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Rose hingga terdengar decapan basah dan memabukkan.Tubuh keduanya bagaikan magnet berbeda kutub yang saling berdekatan kemudian tarik menarik.Ciuman Arthur terasa begitu lembut pada awalnya. Ia ingin memberikan pada Rose kenyamanan hingga rasa gugup yang sempat di rasakan oleh gadis itu perlahan menghilang."Hmmmpppp......" Suara itu akhirnya terdengar. Saat bibir mereka bertaut dengan erat, saat lidah mereka saling membelit di dalam sana, bertukar saliva dan menjelajah pada bagian terdalam yang Arthur suka.Ciuman yang tadinya penuh kelembutan kini terasa mengalami peningkatan intensitas, begitu liar dan tak terkendali.Arthur menyesap bagian bawah bibir Rose karena terlalu gemas saat gadis itu menyesap bibir bawahnya. Saat merasaka

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status