Seorang perawat keluar dari ruang ICU, membuat ketiganya langsung menoleh. “Pasien sedang dalam penanganan intensif,” jelasnya singkat. “Hanya satu orang yang boleh masuk sebentar untuk melihat kondisinya.” Aurora spontan maju setengah langkah, namun ragu. Tatapannya berpindah ke Rafael, lalu ke Marissa. Hatinya ingin sekali masuk, tapi ia tahu ibunya pasti lebih berhak. Marissa menatap Aurora, seolah bisa membaca kebimbangannya. “Masuklah, Aurora. Kau kakaknya, dia pasti ingin kau yang ada di sana.” Aurora terdiam, lalu menoleh pada Rafael, mencari dukungan. Rafael mengangguk mantap, tangannya menyentuh bahu Aurora dengan lembut. “Pergilah. Reynaldo butuh melihatmu, meski hanya sebentar. Katakan padanya kalau semua akan baik-baik saja.” Air mata Aurora jatuh lagi, namun kali ini bukan semata karena takut, melainkan juga karena dikuatkan. Ia meremas tangan Rafael sejenak, seolah mengambil kekuatan darinya, lalu melangkah menuju pintu ruang ICU yang berat. Saat pintu itu te
Last Updated : 2025-11-25 Read more