Agam menepuk dadanya keras; makanan yang tersangkut di tenggorokannya seolah enggan turun, begitu terkejutnya dia dengan pertanyaan Rosalyn."Gam, kamu nggak papa?" Tanya Rosalyn dengan panik. Beruntung, batuk Agam segera berhenti setelah ia meneguk segelas air putih penuh.Mengusap sudut bibirnya yang berair, Agam menatap Rosalyn dengan wajah bingungnya."Apa yang kamu maksud, Ros? Tidak, kenapa tiba-tiba kamu meminta hal seperti itu?" Tanya Agam dengan raut wajah seriusnya.Rosalyn meringis pelan, namun ia tak punya pilihan lain selain meminta bantuan pada Agam."Ya, aku butuh kamu untuk jadi tamengku." Jawab Rosalyn jujur. "Maaf, lupakan saja apa yang aku katakan jika kamu tidak setuju." Ucap Rosalyn lagi sambil mengigit bibirnya resah. Ia takut Agam akan menolak mentah-mentah permintaannya."Tameng? Dari siapa, Rosalyn?" Tanya Agam dengan tak habis pikir. Ia pikir Rosalyn sudah menjalani hidup bebas setelah bercerai."Tuan Harris."Jawaban Rosalyn itu membuat Agam sontak terdiam
Terakhir Diperbarui : 2025-12-23 Baca selengkapnya