Share

Bab 63

Author: Neby_an
last update Last Updated: 2025-12-16 23:26:41

Wajah William berwarna merah padam saat mendengar ucapan selamat yang jelas tidak tulus dari mulut Rosalyn.

Cara wanita itu menatapnya seolah ia adalah kuman yang begitu menjijikkan sehingga membuat dadanya terasa panas. Apa Rosalyn sudah melupakan dulu ia begitu mendambakan dirinya?

"Tidak ada hal baik, bahkan jika kau memberiku selamat." Jawab William dengan tajam.

Rosalyn tertawa kecil sambil menutup mulutnya. Entah bagaimana ia harus berpikir bahwa William ternyata begitu tidak tahu malu sekarang.

"Kenapa kau tertawa terus? Apa menurutmu aku adalah hal yang lucu?" Tanya William tersinggung saat melihat tawa mengejek Rosalyn.

Rosalyn hanya mengangkat bahunya tidak peduli. Dia berniat melewati William dan pergi; tidak ada gunanya menanggapi pria tidak tahu malu itu.

Tapi saat ia melangkah, William dengan cepat menahan tangannya. Rosalyn sontak berbalik dengan menghentakkan tangannya marah, tapi sepertinya William tak berniat melepaskannya.

William, tanpa persiapan apap
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Siapa Sang Kekasih   Bab 75

    "Minggir." Rosalyn dengan kejam mendorong Sean menjauh. Tidak, bahkan itu hampir seperti pukulan kuat, tapi anehnya bahkan tubuh Sean yang besar tidak bergeser sedikitpun.Seolah memukul batu, ia diam-diam merasa begitu kesal saat pria itu tak merasa kesakitan sama sekali. Bukannya mundur, Sean malah semakin maju dan mengapit tubuhnya diantara pintu."Kenapa kau begitu kasar, Rose?" bisik Sean, menunduk dan menatap Rosalyn sambil menyeringai."Media pasti akan terkejut saat tahu malaikat yang sering mereka beritakan ternyata adalah wanita yang begitu kasar."Rosalyn hampir menahan napas; netranya bergetar halus saat sadar betapa dekatnya ia dengan Sean sekarang, bahkan ia bisa mencium aroma mint segar yang begitu identik dengan pria ini.Tapi sekalipun ia mulai gugup, ia dengan berani menatap tajam ke arah tepat bola mata Sean, tak ingin memperlihatkan kelemahannya sedikitpun."Aku kesini untuk berbicara hal penting kepadamu, Tuan Harris; tolong jadilah pria sejati dan bersikaplah so

  • Siapa Sang Kekasih   Bab 74

    Gedung besar perusahaan Adinata yang megah hampir lumpuh dimakan kobaran api. Perusahaan yang baru saja berdiri dan begitu melesat itu kehilangan hampir 70% gedung utamanya, hanya menyisakan lantai atas kecil yang tidak tersambar api. Seolah keamanan dan pembangunan ruangan penting yang begitu diperhitungkan, lantai khusus direktur tetap aman tanpa tersentuh kobaran api sedikitpun; berkat itu, Agam bisa menyelamatkan dokumen-dokumen penting yang ia simpan di ruang kerjanya. Beruntung tidak ada korban jiwa. Saat malam tiba, tidak ada satupun karyawan yang sedang bekerja lembur, namun kerusakan gedung hampir bernilai ratusan miliar. Penyebab sementara diduga karena salah satu aliran listrik yang konslet dan menyebabkan ledakan besar kemudian mulai menyebarkan api. Tapi Rosalyn tidak percaya dengan itu. Dia dengan perasaan gelisah mondar-mandir di dalam ruang kerjanya sendirian. Langit sudah menjadi gelap; cahaya cerah yang selalu tampil di dalam kaca jendelanya kini berubah menjad

  • Siapa Sang Kekasih   Bab 73

    'Tolong lepaskan anak ini, aku mohon.'"Brengsek."Sean meneguk cepat satu botol alkohol di tangannya; rasa terbakar yang kuat saat cairan itu melewati tenggorokannya membuatnya menggerang pelan. Namun seolah tak puas, ia kembali menegak cairan asam itu seperti seseorang yang sedang kehausan.Namun seberapa banyakpun ia menegak cairan keras itu sampai menghabiskan beberapa botol sendirian, rasa haus yang menjengkelkan tak kunjung hilang.Ia hanya ingin mabuk dan melupakan semua hal sialan yang terus mengganggu kepalanya itu. Tapi seolah tuhan tidak merestui, ia masih sangat terjaga dan pikirannya tetap waras.'Tolong, Sean, kumohon.'"Sialan!"Bayang-bayang wajah Rosalyn yang sedang memohon memunuhi kepalanya. Wajah cantik yang selalu menunjukkan sorot dingin dan tajam itu rela memohon kepadanya?Matanya yang dipenuhi sorot keputusasaan begitu mengganggu pikirannya. Apa wanita itu setidak mau itu dengan dirinya?"haha,"Sean tertawa garing seolah menertawakan dirinya yang tampak meny

  • Siapa Sang Kekasih   Bab 72

    Seharusnya berhasil, tapi kenapa jadi begini?"Apa yang sedang kau lakukan di sini, Tuan Harris?"Rosalyn nyaris kehilangan ketenangannya saat mengetahui Sean yang kembali datang ke kantornya. Seolah tidak pernah terjadi apa-apa semalam, ia dengan santai duduk di dalam ruang kerjanya dengan makanan penuh di hadapannya.Ia pikir pria itu akan menyerah atau malah marah, tapi dia tampak biasa saja. Bahkan ia sibuk mengontak-atik tabletnya dengan serius, tanpa mengindahkan ucapannya sama sekali."Kembalilah ke kantormu sendiri; kenapa kau bekerja di kantor orang lain?" Ucap Rosalyn tajam sambil melemparkan tubuhnya di kursi dengan kesal.Pertemuannya dengan Tuan Marcus hari ini berjalan alot; ia harus berusaha keras untuk menyakinkan pria tua itu. Tapi begitu kembali, ia malah disambut dengan pemandangan Sean lagi. Perasaannya sudah begitu buruk, namun ia harus menghadapi salah satu pemicu perasaan buruk itu sendiri."Oh, kau sudah pulang?" Tanya Sean akhirnya menaruh tabletnya; kacamata

  • Siapa Sang Kekasih   Bab 71

    "Apa ini?"Rosalyn seketika tersadar saat Agam menarik lembut tangannya. Namun seolah tak ingin melepaskan, Sean malah semakin erat menarik tangan kanannya."Jangan ikut campur," ucap Sean menatap Agam dengan tajam.Tapi Agam juga tampak tidak menyerah; ia kembali menarik lembut tangan kiri Rosalyn, berusaha menarik Rosalyn kembali di sisinya.Rosalyn berkedip pelan saat kedua tangannya ditarik di kedua sisi. Menatap Agam dan Sean secara bergantian, mereka saling melempar tatapan tajam tanpa berniat melepaskan tangannya sedikitpun.Esensi itu menarik perhatian semua orang; dengan cermat mata-mata penuh rasa ingin tahu itu menggelayangi bayang-bayang Rosalyn, yang kini diperebutkan oleh kedua pria paling populer di kota.Tak betah dengan tatapan mereka, Rosalyn dengan kesal menghentakkan kedua tangannya. Entah karena kekuatannya yang lebih besar daripada pria itu atau karena mereka yang lemah karena dirinya, tangannya dengan mudah terlepas. Ia menatap kedua pria itu bergantian sambil m

  • Siapa Sang Kekasih   Bab 70

    "Kita hanya perlu bergandengan seperti ini, kan?"Rosalyn tertawa pelan saat mendengar bisikan lirih Agam. Wajah paniknya yang lucu membuatnya tak bisa berhenti tertawa; ia menyenggol lengan Agam pelan agar tetap menjaga ekspresinya."Tuan Edgar sedang melihat kesini." Bisik Rosalyn berusaha mengalihkan pandangannya. Menyapu seluruh sudut aula yang ramai, tatapan Rosalyn tertuju pada orang-orang yang tampak asik menikmati pesta sendiri. Bukannya ia terlalu percaya diri, tapi ini terasa aneh saat tidak ada dari mereka yang kelewat kepo seperti biasanya.Mereka hanya meliriknya sekilas kemudian berbisik rendah setelah itu selesai. Apa kedatangannya bersama Agam tidak membuat mereka penasaran?Apa karena ia tidak bersama Sean, orang-orang menjadi kehilangan minat? Padahal ia sengaja datang berpasangan dengan Agam untuk membantah isu kedekatannya dengan Sean, tapi..."Hahaha..."Rosalyn tertawa garing membuat Agam sontak meliriknya dengan wajah bingung. Laki-laki dengan setelan jas hitam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status